Ketika ketekunan, doa, dan puasa itu menyatu, maka, siapa pun dia akan mendapatkan yang dimintanya. Sebab, ketiganya adalah bagian dari kedisiplinan rohani. Untuk jadi orang yang kudus, kita harus disiplin dalam olah rohani.
Sosok Anna, dalam Injil hari ini, membuktikannya. Dia selalu tekun berdoa dan berpuasa dengan kerinduan yang terus disampaikannya kepada Tuhan, yaitu pembebasan. Dia ingin menjadi milik-Nya Tuhan untuk selamanya.
Harinya tiba, dan dia melihat itu semua. Pembebasan itu berasal dari pribadi yang ada di hadapannya, yaitu Yesus, yang pada saat itu dipersembahkan di Bait Allah oleh kedua orangtuanya, yaitu Maria dan Yosep. Lihatlah, sekali orang melihat Yesus, maka orang sungguh jatuh cinta secara mendalam dengan Yesus.
Oleh sebab itu para sahabatku, mintalah sesuatu kepada-Nya dalam ketekunan, doa, dan puasa, sehingga Tuhan segera mendekatkan telinga-Nya, karena ada suara yang terus-menerus memohon dan meminta dengan tekun dalam doa dan berpuasa. Salah satunya adalah kamu. Hidupmu pasti berubah, jika berjalan bersama Yesus. Amin.
…
Macau, 30 Desember 2024
Rm. Petrus Santoso SCJ

