Salah satu sikap yang bisa membentuk karakter kita adalah kedisiplinan.
Kedisiplinan itu dibutuhkan untuk:
– Pertama: membantu kita untuk mempunyai dinamika hidup yang lebih teratur.
– Kedua: Membantu kita untuk menghargai waktu.
– Ketiga: melatih kita untuk bersolider dengan orang yang lain, khususnya dalam kehidupan bersama.
Setelah yakin, bahwa kita telah disiplin berarti harus ada sikap lain yang perlu ditumbuhkan, yaitu belarasa. Sikap belarasa ini bisa disebut sebagai panggilan jiwa – panggilan nurani! Jika kita mampu menggabungkan kedua sikap ini, maka pribadi kita akan berkembang menjadi dewasa dan hidup kita mempunyai arti bagi sesama.
Sikap ini tampak pada pribadi Yesus lewat kisah Injil hari ini, di mana Yesus menyembuhkan seorang wanita yang telah 18 tahun dirasuki oleh roh jahat, sehingga ia menjadi bungkuk. Wanita ini mempunyai beban hidup yang sangat berat.
Di satu sisi, Yesus tahu, hari itu adalah hari Sabat dan Dia sungguh tahu kedisiplinan yang diwajibkan untuk hari yang kudus itu. Di sisi lain, hatinya penuh belas kasih. Semangat belarasa ini yang mendorongnya menyembuhkan wanita yang sakit itu. Di akhir kisah, wanita itu sembuh, banyak orang bersukacita, dan orang yang menyalahkan Yesus menjadi malu.
Dua sikap: kedisiplinan dan belarasa itu hendaknya kita kembangkan lebih matang dan dewasa secara beriringan sebagai murid Tuhan Yesus.
Semoga hari ini, kita tahu:
– Pertama: apakah yang wajib kita lakukan untuk mengisi waktu-waktu kita dalam kedisiplinan?
– Kedua: kita memberi ruang bagi pandangan mata kita dan gerak batin – jiwa kita untuk peduli dengan kebutuhan orang–orang di sekitar kita dalam panggilan belarasa.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

