| Red-Joss.com | AK termangu memandangi mobil yang risek itu. Ia merasa tangan ajaib Tuhan melindungi seluruh penumpang. Sehingga selamat dari musibah pecah ban depan di jalan tol.
AK memejamkan mata. Tiba-tiba ia seperti diingatkan hati nuraninya. Seharusnya ia rumah, karena orangtuanya mudik ke kampung untuk nyekar. Nyatanya ia pelesir dengan keluarga pacarnya!
Ibu tampak shock, ketika ditelepon. Sedang Bapak tampak kecewa dan marah.
“Biasakan, jika mau pergi itu izin, dan jujur!” tegur Bapak pendek, lalu mematikan hpnya.
Akibat kecelakaan tunggal itu ia terpaksa membiayai perbaikan mobil yang disewa dari keluarga pacarnya!
“Le semestinya kau sadar. Kau disentil, karena dikasihi Tuhan,” kata Ibu sepulang dari kampung.
AK diam. Baginya kecelakaan itu suatu keajaiban. Kendati mobil terguling ringsek, tapi tidak ada kaca mobil yang pecah. Keenam penumpangnya juga selamat, dan hanya luka lecet!
Ia juga pernah jatuh digonceng teman yang menabrak motor tukang sayur sepulang begadang dan minum-minum di suatu cafe. Dengkulnya luka parah dengan 42 jahitan. Sedang tukang sayur itu meninggal dunia.
Yang paling parah adalah, ketika uang tabungannya yang menang judi online itu raib. Hal itu membuat ia shock. Ia terpaksa menjual motornya, karena memakai uang orangtua.
“Le mulai hidup baru. Cari rezeki itu yang jujur. Dimakannya lezat dan nikmat,” kata Bapak menepuk-nepuk bahunya membesarkan hati. Bapak tidak menyalahkan atau menghakimi, tapi mengingatkan, karena menyayanginya.
Sesungguhnya untuk yang kesekian kali Allah mengingatkannya, tapi ia membutakan hati. Ia cenderung mengikuti keegoisannya, ketimbang mendengarkan nasihat orangtua yang sok tahu itu.
“Kau muda dan pintar, Le. Tapi kau belum tua seperti Bapak,” kata Bapak selalu tenang, dan nyaris tanpa emosi. Maksud Bapak, orangtua itu lebih berpengalaman, dibandingkan anak-anaknya!
“Le, kau disentil, karena dikasihi Tuhan,” kata Ibunya itu bagai pagutan ular yang membuat ia tersadar. Selama ini ia tidak jujur pada keluarganya.
Disentil Tuhan?
“Seharusnya semangat Paskah, bahwa Yesus sudah bangkit itu membuatku bangkit juga,” gumam AK ditujukan pada diri sendiri. Dadanya diaduk-aduk oleh penyesalan. Ia berjanji untuk hidup baru. Ia harus meninggalkan manusia lama untuk mengikuti Yesus.
“Sebab Tuhan menghajar setiap orang yang dikasihi-Nya, dan Ia mencambuk setiap orang yang diakui-Nya sebagai anak-Nya” (Ibrani 12: 6).
…
Mas Redjo

