“Tuhan memilih yang orang mau, bukan yang mampu.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Dalam hidup ini semua butuh proses. Faktanya kita sering tidak sabar berproses. Tidak sabar menanti. Jangan-jangan ini pilihan yang salah dan buang-buang waktu. Dalam kesabaran berproses itu kadang butuh kepastian dan hasil.
Ada dua cara seseorang berpikir dan menganalisa segala sesuatu:
Pertama: menggunakan logika dalam melihat, menilai, merencanakan dan membandingkan. Kalau seperti ini biasanya terjadinya seperti itu. Itulah penilaian dan keputusan pikiran logika kita.
Kedua: menggunakan intuisi atau dalam bahasa rohani disebut logika spiritual. Logika ini bicara soal iman, hubungan spiritual Anda dengan Tuhan. Kami hanya percaya,
dalam logika ini akan penyelenggaraan dan campur tangan Tuhan lebih kuat. Kesadaran, bahwa kita berharga, mempunyai talenta, dan penyerahan pada penyelenggaraan Tuhan lebih diutamakan.
Lakukan saja, jangan mengeluh dan takut. Kalau hal itu baik dan berguna bagi diri ini, sesama dan Tuhan, hal kecil pun siap untuk dilakukan. Hidup itu tidak hanya untuk belajar dan bertumbuh, tapi juga berguna. Sering kita menghabiskan waktu dan proses hidup ini hanya belajar dan bertumbuh, tapi tidak berguna.
Tuhan memilih orang yang mau, bukan yang mampu. Baca dalam Kitab Suci, Tuhan memilih bukan orang hebat dan pintar, tapi yang mempunyai hati dan mau. Tuhan memilih orang yang mau bukan yang mampu. Karena orang yang mampu hanya mengandalkan dirinya, tapi orang yang mau akan mengandalkan Tuhan. Karena sadar dia tidak mampu, tapi mau.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

