Mrk 10: 1-12
“Apa pun alasan perceraian pasangan, sesungguhnya melawan kehendak Allah terhadap keluhuran perkawinan. Perceraian itu adalah bentuk perlawanan manusia (pasangan) terhadap kehendak Allah.”
Yesus mengingatkan kita: “Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (ayat 9).
Pelajaran penting bagi kita adalah:
1) Sadarlah, bahwa sejak awal mula, Allah menghendaki adanya perkawinan antara laki-laki dan perempuan, maka berbanggalah!
2) Allah percaya, bahwa kalian berdua, pasangan suami-istri dapat melewati badai kehidupan dengan bahtera rumah tanggamu;
3) Ingatlah, bahwa Tuhan tetap ada di dalam perahu rumah tanggamu sehingga apa pun ombak dan gelombang yang menghadangmu, bangunkanlah Tuhan untuk meredakannya.
Akhirnya, yakinlah, ketika Allah telah mempersatukan kalian berdua dalam sebuah perkawinan, maka pasti Ia juga akan menjaga, melindungi dan memberkatinya.
Monsignor RD Inno Ngutra

