“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mrk 2: 17b).
Banyak orang menolak atau menghindar untuk jadi pelayan atau Dewan Pengurus Gereja. Dengan alasan, karena merasa tidak pantas atau tidak layak.
Seorang pelayan Tuhan memang diharapkan memiliki kepribadian atau hidup yang baik, dan dapat memberikan teladan yang benar bagi orang lain. Namun, jika kita melihat kisah hidup Para Kudus, kita akan menemukan, bahwa mereka dipanggil bukan mereka itu kudus, melainkan menanggapi panggilan Tuhan, dan jadi kudus. Misalnya, Maria Magdalena, seorang wanita yang pernah dirasuki oleh tujuh roh jahat, dipakai Tuhan sebagai pewarta pertama kebangkitan Yesus dan disebut juga ‘rasul di antara para rasul’. Paulus yang membunuh banyak pengikut Kristus sebelum bertobat, dipakai Tuhan untuk mewartakan kebenaran dan mempertobatkan banyak orang. Lewi si pemungut cukai dipanggil oleh Yesus untuk mengikuti Dia.
Begitu juga dengan kita. Kita dipanggil untuk jadi alat-alat kecil di tangan Tuhan dalam mewartakan kasih-Nya. Kita dipanggil bukan karena kita layak atau pantas, melainkan karena kasih karunia Tuhan sanggup mengubah dan menjadikan kita layak di hadapan-Nya.
Jadi, apakah Anda mau menanggapi panggilan Tuhan untuk jadi pewarta kasih-Nya?
…
Sr. M. Marcelline, P. Karm
Sabtu, 18 Januari 2025
Ibr 4: 12-16 Mzm 19: 8-10.15 Mrk 2: 13-17
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

