Reaksimu pasti tidak suka, ketika seorang mengatakan, bahwa dirimu itu orangnya tidak baik. Atau lebih jelas lagi, kau pasti marah, ketika seorang mengatakan, bahwa dirimu itu orangnya jahat.
Itu benar! Orang itu bisa memberikan penilaian untuk seseorang: Dikatakan baik, jika memang baik. Dikatakan tidak baik, jika memang tidak baik.
Dikatakan jahat, jika memang jahat. Sungguh dikatakan tidak jahat, jika memang tidak jahat.
Kita harus siap untuk dinilai. Karena orang lain mempunyai kebebasan untuk menilai.
Perihal ditolak atau diterima, dilihat saja dari reaksi kita atas penilaian itu. Reaksinya tidak suka atau marah?
Selanjutnya, hal yang semestinya dilakukan, untuk yang positif adalah berani mengevaluasi dirinya. Hal itu jauh lebih penting daripada marah dan mengobral ke sana ke mari kemarahannya itu.
Seperti saat Yesus mengatakan, bahwa “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat.” Mereka dinilai oleh Yesus. Apa reaksi mereka? Tentunya kaget (Markus 8: 11-13).
Kadang kita memang takut dinilai atau tidak siap untuk dinilai. Alangkah bijak, jika kita mengambil sisi positif untuk evaluasi diri.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

