Kisah tentang Zakharia dan Elisabet adalah kisah yang menakjubkan. Pasangan yang saleh dan taat kepada hukum Tuhan ini mendapat kabar gembira tentang kelahiran seorang putra dalam usia mereka yang sudah lanjut. Zakharia, meskipun sebagai seorang Imam, menunjukkan keraguan, ketika Malaikat memberitakan kabar gembira itu.
Kita juga sering kali bersikap seperti Zakharia. Ragu, ketika menghadapi janji-janji Tuhan, karena keterbatasan pemahaman kita. Namun, Tuhan memanggil kita untuk percaya, meskipun pengertian manusiawi kita tidak dapat menjangkau rencana dan kehendak-Nya.
Kisah Zakaria juga jadi pengingat, bahwa doa adalah sarana komunikasi yang vital dengan Tuhan. Meskipun saat doa kita tidak melihat atau mendengar jawaban langsung atas harapan dan permohonan kita, Tuhan mendengar dan dengan cara-Nya sendiri, Ia akan menjawab.
Zakaria dan Elisabet, meskipun berusia lanjut dan mandul, dilibatkan Tuhan untuk memainkan peran kunci dalam rencana keselamatan-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan dalam kebebasan-Nya, Dia dapat memilih siapa saja untuk terlibat dalam karya-Nya.
“Ya, Tuhan, Engkau memanggil orang-orang sederhana untuk terlibat dalam karya-Mu. Gerakkanlah kami juga agar selalu siap menjadi pewarta kabar sukacita-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

