“Sale! Discount!“
| Red-Joss.com | Menjelang Lebaran, berbagai produk, super market sampai usaha online berlomba menawarkan diskon, banting harga, hingga cuci gudang. Semua menawarkan diskon gede-gedean yang membuat konsumen jadi tergiur dan ngiler.
Selalu ada diskon di dunia. Akankah Surga juga ada diskon? Bukan lagi diskon untuk Surga. Tapi gratis… tis!. Tuhan tidak membuat promo diskon, tidak ada juga promo “buy one get one, two, three…”
Lagi-lagi untuk manusia yang gratis itu sering dianggap remeh, tidak bermutu, menarik dan layak disepelekan.
Padahal tidak semua yang gratis itu murah. Sehingga tidak layak dianggap remeh dan tidak penting.
Diskon itu memang menggoda. Bahkan diskon itu sering membuat lupa diri, karena nafsu. Bak mutiara yang memanjakan mata, tapi bikin dompet merana.
Ingat tiga hal ini agar bijak saat melihat diskon.
Pertama: meski diskon itu menggoda, tapi kuatkan hati agar tidak tergoda. “Tuhan jangan masukan kami dalam pencobaan.” Tidak usah setan menggoda, lha manusia udah masuk sendiri ke dalam godaan. Ingat jangan membuat setan tertawa, tapi buat setan sengsara dan merana, karena kita tidak tergoda.
Kedua: kita harus mengtahui perbedaan antara keinginkan dan kebutuhkan. Karena kadang dalam hidup ini kita fokus pada yang diinginkan, sehingga mengabaikan yang dibutuhkan. Diskon itu tidak melulu godaan, tapi juga pembelajaran. Belajar bertanya diri, apakah itu kebutuhan atau keinginan.
Belajar mengendalikan mata. Karena terkadang mata lebih kaya dari pada dompet dan budget. Sehingga sering kali kita lepas kontrol.
Ketiga: stop jalan-jalan sekadar shoping. Cuci mata itu memang menyenangkan. Apalagi di mall itu banyak promo dan diskon. Bahkan tidak sedikit yang awalnya cuci mata jadi gila belanja dan apa pun dibeli.
Diskon itu boleh diambil dan dibeli, asal disesuaikan kebutuhan dan kondisi keuangan.
Ingat juga, yang Ilahi juga harus dijiwai dan selalu di hati. Karena surga adalah yang utama.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

