Mrk. 12: 28b-34
“Satu cinta seribu senyum. Di senyummu kutemukan cinta-Nya.” Inilah syair lagu yang diciptakan khusus oleh Bapa Pieter Rahawarin dalam rangkah promosi kegiatan anak dan remaja lintas agama yang saya wajibkan dalam setiap kunjungan kanonik ke semua paroki dan stasi di lingkup wilayah Keuskupan Amboina.
Pada Minggu biasa XXXI ini, kita belajar dari jawaban si Ahli Taurat kepada Yesus: “Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan” (ayat 33).
Karena itu, pelajaran penting bagi kita adalah:
1) Percaya dan cintailah Tuhan sampai Anda merasakan seperti Santa Teresia dari Avila: “Allah saja sudah cukup.”
2) Berani mencintai Tuhan dan sesama seperti Santa Teresa dari Kalkuta: “Mencintai sampai terluka.” Itulah cinta sejati;
3) Menemukan wajah Tuhan pada wajah-wajah sesama yang miskin, menderita dan terpinggirkan seperti yang dibuat oleh Santa Teresa dari Kalkuta.
Akhirnya, ketika engkau mampu menemukan Tuhan pada wajah sesamamu yang miskin, menderita dan terpinggirkan maka saat itulah engkau menyadari, bahwa cinta Tuhan kepada manusia itu terberi tanpa syarat dan tanpa batas.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

