| Red-Joss.com | Hari libur ini saya ingin sendiri untuk memanjakan diri.
Menjelang siang, istri dan anak-anak yang mengajak pergi ngemall itu terpaksa kutolak.
“Sekalian nyari makan, Be,” goda E sambil membayangkan makan lezat di suatu resto yang sedang booming.
Saya tersenyum tidak menanggapi, apalagi tergoda lalu mengurungkan niat, sehingga ikut pergi bersama.
Sepeninggal mereka, saya ingin tiduran dan bersantai ria sambil mendengarkan musik. Kurang tidur dan istirahat selama Minggu ini akan saya tebus agar impas.
Ternyata dengan bersantai ria dan tidak melakukan aktivitas yang berarti, membuat tubuh saya jadi pegal, ngilu, dan lemas.
Setelah saya telusuri, salah satu faktor penyebabnya adalah selama ini saya tidak pernah memanjakan diri untuk bermalas-malasan. Saya senang beraktivitas dan pekerja keras.
Bahkan, di sela aktivitas yang padat itu, saya masih menyempatkan diri menulis hal-hal baik dan positif untuk mengisi dan menghiasi buku kehidupan saya. Sesekali saya mengunjungi usaha rumahan yang kami bina dalam kegiatan sosial, di mana saya sebagai pendamping usaha mereka.
Di ruang kerja, seperti biasa, jika hendak melakukan aktivitas atau bekerja, saya berdoa atau membaca Alkitab lebih dulu mohon penyertaan Allah agar yang saya tulis itu untuk pengembangan diri dan spiritual saya, juga semoga bermakna bagi sesama.
Astaga!
Tiba-tiba semangat hidup saya bagai gelombang lautan yang menderu, sambung menyambung menghantam dinding karang.
Saya sungguh sadar sesadarnya. Ketika kita berdiam diri dan malas-malasan maka si jahat itu bakal menggaet dan mengikat kita ke dalam penyesalan.
Sebaliknya, jika kita mohon penyertaan dan pendampingan Allah, maka Dia berkenan menggunakan kita sebagai saluran berkat-Nya.
Hidup adalah Kabar Gembira agar semua makhluk bahagia.
…
Mas Redjo

