Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Kebahagiaan ada di dalam hati, bukan di luar. Jadi, kebahagiaan tidak bergantung pada yang kita miliki, tapi siapa kita ini.”
(Henry Van Dyke)
Lukisan Holman Hunt
Artis Holman Hunt melukis “Yesus yang sedang mengetuk pintu di sebuah pondok.” Dia lalu meminta sejumlah rekan artisnya untuk memberikan kesan dan penilaian atas lukisannya itu. Apakah ada kesalahan dalam lukisannya?
Mereka segera memandang dan mencermati lukisan itu. Namun tidak seorang artis yang menemukan kesalahan pada lukisannya.
Hunt merasa kecewa. Maka, dia meminta lagi beberapa rekan lainnya, agar mencermati lukisan itu dengan lebih profesional lagi.
Akhirnya salah seorang rekan artis termuda yang justru mampu menemukannya.
“Tuan, saya menemukan kesalahan fatal dalam lukisan ini, ternyata Anda lupa melukis gagang pembuka pintu atau kunci di pintu itu.”
Hunt spontan menyahutinya, “Saudara mudaku, bila Tuhan sungguh mau mengetuk pintu rumahmu, bukankah idealnya, pintu itu hanya bisa dibukakan dari dalam?”
(1500 Cerita Bermakna)
Makna Sesungguhnya dari Lukisan itu
Tuhan, Sang Maha Cinta selalu berupaya untuk membuka pintu bagi kita, tapi ketahuilah, bahwa “kita sendiri yang harus membukanya dari dalam lewat pintu iman …”
Ketahuilah, bahwa pintu yang tidak bergagang pembuka itu, menyimbolkan gerbang nurani manusia yang erat dan rapat tertutup, dan Tuhan tidak mau memaksa untuk masuk, jika ternyata Anda dan saya tidak mau membukanya.”
Jadi, di Manakah Letak Kebahagiaan itu?
Bukankah “Kebahagiaan itu justru baru ditemukan, ketika manusia menemukan kedamaian dan kepuasan di dalam diri sendiri, tidak bergantung pada keadaan di luar atau hal-hal yang bersifat sementara? Bukankah kebahagiaan itu adalah hasil dari relasi yang harmonis dengan Tuhan, diri sendiri, dan orang lain?
Refleksi
“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, tapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan mengucapkan Taurat itu siang pun malam.”
(Mazmur 1: 1-2)
Kebahagiaan sejati itu justru diperoleh di kala kita menemukan tujuan sejati dari hidup kita yang sesuai dengan nilai-nilai yang sungguh kita yakini!
In te Confido
Kediri, 27 Maret 2026

