RedJoss.com – Pandemi, berjuta orang membenci. Gerak langkah kita seakan dibatasi. Menyiksa jiwa. Hidup seperti dipenjara.
Tiga tahun sudah…
Berjuta orang berkeluh kesah. Menghujat dan sumpah serapah.
Apa yang bisa kita perbuat?
Selain diam membaca sasmita perubahan zaman. Menguak makna yang tersembunyi. Rencana kasih Tuhan dinyatakan.
Jauhkan anggapan bahwa pandemi itu sebagai perang kimia demi mencari keuntungan menjual obat semata.
Atau isu orang pinter keblinger yang menebar iri dan benci agar peroleh simpati demi kursi ambisi miliki mahkota anak negeri.
Coba disadari dan pahami. Pandemi itu ungkapan cinta Tuhan kepada umat-Nya.
Perubahan zaman agar kita menjadi pintar, sabar, rendah hati, dan ikhlas.
Berbeda dengan orang yang iri, sombong, dan egoistis.
Lihatlah, mereka dijungkir-balikkan dan dipermalukan. Meratapi nasib, sambil membuka aib.
Sendi-sendi ekonomi dilolosi dan hancur berantakan dengan saling menyalahkan.
Sebaliknya, jiwa yang rendah hati tetap tegak berdiri mensyukuri hidup. Karya-Nya membuat kita takjub untuk bersembah sujud.
Pandemi itu sejatinya tidak perlu ditakuti, karena Dia tak pernah menakut-nakuti.
Pandemi itu jalan panjang ampunan-Nya yang dicurahkan.
IA kurniai berkat agar umat-Nya berhikmat
Sadar diri itu keputusan bijak. Dengan menjaga prokes agar kita sehat dan selamat.
Bukan gegara pandemi IA melarang umat-Nya beribadah di rumah ibadah. IA mengajari kita untuk berbenah, berubah, dan berbuah dalam kasih-Nya.
IA juga mendekatkan hubungan kita dengan anggota keluarga agar semakin hangat dan mesra. Yang salah dimaafkan, dan yang jauh didekatkan. IA ingin melihat keluarga kita memancarkan cinta-Nya.
Rendah hati itu tidak egois, dan tidak pentingkan diri sendiri. Karena dalam jiwanya hanya ditumbuhi semangat peduli, empati, dan berbelarasa pada sesama.
Ia lebih mendahulukan kepentingan orang lain, ketimbang dirinya sendiri. Ia sadar diri, karena lebih dulu ia dikaruniai oleh-Nya.
Ia murah hati, karena jiwanya tak pernah merasa memiliki yang di dunia ini. Ia tak lebih sebagai mitra-Nya dan menjadi kepanjangan tangan-Nya.
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

