Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sang waktu begerak secara kronologis dari titik awal menuju titik akhir.”
(Didaktika Hidup tentang Waktu)
…
Riil pula, bahwa kita ini hidup, bergerak, dan hadir di dalam relungan erat waktu.
Waktu secara Kronologi
Sungguh riil, kita hanya dapat hidup di dalam lingkaran dan relungan erat waktu serta tempat. Itulah yang dinamakan waktu kronologis.
Dalam hitungan waktu secara filosofis riil pula, bahwa kita ternyata hanya memiliki tiga hari/waktu hidup. Apa saja itu?
- Hari Kemarin
- Hari Ini
- Hari Esok
Hari Kemarin
Hari kemarin itu adalah saat-saat yang telah sirna dan tinggal untuk dikenang. Kita tidak pernah dapat kembali ke sana. Saat itu telah lewat dan tentu pula kian menjauh. Saat itu, kini tinggal dalam alam memori kita. Juga sudah tidak berguna pula, jika saat yang telah lewat itu diratapi.
Hari Ini
Hari ini adalah sebuah realitas. Hari yang bukan pula untuk dikenang, dirindukan atau diimpikan. Hari ini adalah sebuah realitas kekinian yang sedang kita geluti dan pijaki.
Hadapi hari ini dengan mata kepala dan mata hati yang terbuka lebar, agar kita berani untuk melihat seluruh kenyataan hidup ini. Baik kenyataan yang pahit, juga kenyataan yang manis.
Hari Esok
Hari esok adalah hari yang masih berada di dalam bayang-bayang semu. Tentu saja kita boleh mencita-citakannya.
Sejatinya, bahwa hari esok itu memang riil belum ada. Maka, isilah hari-hari hidup kita dengan sesuatu yang berguna demi menyongsong hari depan alias hari esok.
Detak sang Waktu
Detak sang waktu adalah tentang eksistensi seluruh realitas perjalanan waktu. Bagaimana riuh riangnya detak-detak waktu yang bergerak secara konsisten itu menuju ke hari esok alias masa depan.
Bagaimana idealnya kita perlu bersikap di dalam alunan dan gerak detak waktu?
Kendali sang Manusia
Kita, manusia perlu bersikap realistis dan bertanggung jawab penuh atas seluruh realitas hidupnya ini.
Mulia dan indah serta bermakna atau hina dan pahit pedih atau betapa berantakan hidup ini; toh semuanya berlangsung di bawah kendali kita selaku โactor intellectualโ.
Kita sendiri yang akan menentukan kualitas hidupnya hari ini untuk bergerak menuju ke hari esok.
Detak waktu itulah riuh rendahnya gerak hidup kita. Di dalam detak waktu itu pula kita akan menarikan gerak-gerik tarian kehidupannya sendiri.
Sehingga kelak dunia akan mencatat di dalam buku kehidupan dan peradaban, bahwa kita dinyatakan berhasil atau gagal total di dalam mengarungi arus zaman kehidupan ini.
Dum Spiro Spero
(Selama masih bernafas, saya tetap berharap)
…
Kediri,ย 5ย Oktoberย 2024

