“Dengarkanlah suara-Ku, … dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!” (Yer 7: 23).
Kita diundang untuk melembutkan hati mengikuti tuntunan Tuhan dan tidak mencobai-Nya. Saat kita bertekun dalam doa, kita akan dimampukan untuk mengenal-Nya dan mengenal diri sendiri. Tuhan mengajarkan kita untuk rendah hati, karena sesungguhnya kita adalah manusia rapuh, berdosa, dan memerlukan Tuhan.
Dengan mendengarkan dan menghidupi sabda-Nya, Roh Kudus akan berkarya dalam diri kita untuk mengusir kegelapan di dalam diri ini. Yesus adalah Tuhan dan Raja atas seluruh hidup kita. Dialah yang telah mendamaikan seluruh alam semesta ini dengan Allah. Namun, kita bertanggung jawab untuk menanggapi karya keselamatan-Nya, bersatu dengan-Nya. “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku…” (Luk 11: 23).
Pertobatan dimulai dari mendengarkan. Pertobatan adalah konsekuensi dari Kasih dan kerahiman Allah kepada kita. Tuhan juga berbicara lewat jeritan sesama kita yang menderita, termasuk bumi yang rusak akibat dosa kita. Marilah mendengarkan-Nya, supaya kita disembuhkan.
…
Sr. M. Frances, P. Karm
Kamis, 27 Maret 2025
Yer 7: 23-28 Mzm 95: 1-2.6-9 Luk 11: 14-23
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

