“Gus…” Begitu kupanggil dia. Namanya Agus, dari Agustinus, adik kandungku yang tinggal di dekat Sumarecon Bekasi .
“Pakde, judul lagu yang sedang kami latih itu namanya Dengar Tuhan.”
“Seperti apa lagunya Gus…?” tanyaku. Lantas dia melantunkan lagu lewat hapenya. Koq, saya jadi ‘mrebeng’ (Jawa terharu dan terdiam sesaat). Sebagai pemazmur dan juga derigen, suara adikku memang bagus, membuat yang mendengar jadi hening, teduh.
Saya unggah lagi cerita lama ini, karena rasanya begitu pas dengan tema BKSN 2024, “Allah Sumber Keadilan.”
Tuhan, masihkah mau Kau mendengarkan doaku.
Tuhan masihkah gerangan sembahku Kau terima
Mana tangan-MU, Gelapnya jalan yang kini kutempuh
Sesatkah anak-MU kini melangkah. Dengar Tuhan …Ratapanku.
Tiada lagi, teman bagiku. Semua telah pergi. Tiada lagi tempat bagiku. Semua penuh tanya.
Andai kudapat. Membelokkan arah jalanku. Kembalikan cerahku. Dengar Tuhan ratapanku.
BKSN di tiap lingkungan kita, dan Seminar Psikogenetik di Sanberna, dan banyak lagi acara rohani di tempat lain… mengingatkan kita… “jangan belokkan arah jalanmu.” Tetaplah dalam jalan Tuhan. Hadirlah. Di sana Tuhan hadir. Di sana banyak teman sejalan yang ‘kan jadi teman seperjalanan.
Sepekat apa pun jalanmu,
Sesepi apa pun hidupmu,
Allah kita tetaplah Allah yang adil. Tak akan pernah membiarkan kita sesat dan meninggalkan kita sendiri tanpa teman .
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

