“Peace begins with a smile.” Mother Teresa
Salah satu dari lima kata paling populer di dunia adalah ‘smile’. Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.
Tersenyum itu mudah dan murah. Tersenyumlah bahkan saat harus menanggung kesulitan dan beban hidup. Karena tersenyum itu obat anti stress, vertigo, hipertensi, dan stroke.
Meski murah dan mudah, kadang kita sulit untuk tersenyum. Baru, kalau ada sesuatu yang lucu dan menggelikan kita tertawa. Kalau tidak, kita cenderung diam, bahkan memilih melamun atau murung.
Tersenyumlah, karena senyum itu keutamaan yang dapat merubah seluruh hati dan hidup kita. Tersenyum, karena itu tanda ada sukacita dalam diri kita. Bahkan tanda Tuhan hadir dalam hati ini. Tersenyum saat berjumpa dengan istri, suami, anak, tetangga, bawahan, atasan, dan bahkan dengan orang yang tidak kita kenal.
Tersenyumlah juga dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain: hewan, tumbuhan, alam, maka mereka itu akan tersenyum pula memandang kita. Karena senyuman adalah sebuah hadiah dan anugerah.
Lihatlah kita bisa menangis berkali-kali, ketika masalah, kesulitan, dan kesedihan itu datang. Bahkan saat mengingatnya, kita bisa menangis dan menangis lagi.
Coba amati saat kita mendengar atau bercerita yang lucu. Pertama kali tertawa, kedua kali sedikit tertawa, kalau berkali-kali pasti kita tidak tertawa. Tapi kalau peristiwa sedih, kesulitan hidup yang kita alami. Ingat berkali-kali tetap saja, kita menangis.
Ingatlah, ketika kita tidak lagi menertawakan lelucon yang sama, untuk apa kita menangisi masalah yang sama lagi. Masalah, kesulitan, beban, dan cobaan itu selalu datang. Karena itu sambutlah dengan senyuman dan bukan dengan tangisan, ratapan, atau penyesalan.
Tuhan mempunyai rencana yang luar biasa dengan segala tantangan, kesulitan, masalah, dan segala tangis kita. Tetaplah kita tersenyum.
Songsong masa depan dengan senyuman agar semua jadi cerah dan indah.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

