“Knowing is not enough, we must apply. Wihising is not enough, we must do.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Nitizen +62 generasi 4.0 zaman now gemar pada TikTok-an. Emak dan Bapak pun tak ketinggalan eksis di depan kamera. Demam TikTok meraja lela. TikTok atau Douyin (video pendek vibrato) merupakan jaringan sosial dan platform video musik asa Tirai Bambu. Platform ini pertama kali diluncurkan pada September 2016 oleh Zhang Yiming.
Tidak salah, jika kita belajar dari TikTok.
Pertama: ‘Vita est brevis’ – hidup itu singkat. TikTok selalu menampilkan vidio berdurasi pendek. Hanya beberapa detik atau menit saja. Tidak ribet, simple, dan ‘to the point’. Begitu juga hidup; singkat, pendek, tidak ribet, dan simple. Tapi kenyataannya, kadang hidup terasa ribet, ribet dan puyeng, karena ragam masalah dan persoalan. Kompleks dengan tetek bengek beban penderitaan yang membuat capek.
Ingatlah hidup kita itu singkat dan pendek, maka gunakan sebaik-baiknya. Membuat hidup itu simple bukan kompleks. Bermakna dan berguna bukan untuk hura-hura dan sia-sia. Satu tujuan umat manusia di dunia yaitu hidup bahagia bersama Tuhan di Surga.
Kedua: ‘Share your love, happines and good things’. Demam bergaya di depan kamera dalam balutan TikTok, membagikan dan membawa hiburan, kegembiraan, ide brilian, bahkan kocak gila-gilan. Sehingga yang membuat maupun yang liat tertawa bahagia.
Begitu dengan hidup ini. Hidup akan berwarna, bila ada kegembiraan dan sukacita. Hidup ini berarti, bila mau memberi dan berbagi. Hidup ini akan sukses, bila kita tekun berproses. Hidup ini akan dihargai, bila ada ketulusan dan kasih di hati. Karena itu hiduplah dalam iman, harapan, dan kasih. Bagikan senyuman, sukacita, dan kasih. Berikan dengan ikhlas, itulah yang akan membuat Tuhan tersenyum.
Ketiga: ‘Joyfully, faithfully and lovely’. TikTok membuat bahagia bagi yang berkreasi maupun yang menontonnya. TikTok itu melatih percaya diri di depan kamera maupun sesama. TikTok juga mengungkapkan cinta akan talenta, meski cenderung narsis.
Hidup ini juga sama. Bukankah kita semua ingin bahagia? Bahagia itu sederhana: tersenyum, bersukacita, dan bersyukurlah. Hidup pun jadi penuh kebahagiaan.
Sadari, bahwa hidup ini pemberian dan anugerah Tuhan. Percaya dan baktikan, bahwa hidup ini pada kemuliaan dan penyelenggaraan-Nya. Hidup akan diliputi kasih dan cinta-Nya yang memampukan hidup ini jadi berwarna.
Ingat, lakukan hal-hal biasa, dengan cinta yang luar biasa. Karena hidup ini sungguh bermakna!
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

