Kita percaya, bahwa semua yang terucap di mulut dan dikerjakan oleh tangan serta anggota tubuh lain itu digerakan atau berasal dari pertimbangan hati nurani masing-masing. Makin tinggi kesadaran seseorang, kian terjaga dan terolalah kata yang terucap serta tindakan yang dibuat. Sebaliknya makin degil dan bebal hati seseorang, maka kian bejat tindakan, kasar kata-kata, sengaja menutup mata dan telinga terhadap nasihat serta tuntutan kebaikan di sekitarnya.
Kita ditegur keras oleh Yesus, “Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?” (Mat 8: 18).
Semoga dengan memanfaatkan semua indra kita dengan baik dan pada tempatnya, maka semakin sempurna juga cinta dan kasih sayang kita kepada sesama di sekitar kita.
Monsignor RD Inno Ngutra

