| Red-Joss.com | Hidup ini harus makin baik, lebih baik lagi, dan bermakna. Jika hidup keseharian ini serasa monoton dan membosankan, berarti ada yang kurang beres dalam hidup kita.
Coba berefleksi diri, mengapa?
Bisa jadi kita melakukan rutinitas keseharian itu seadanya, malas-malasan, tanpa target dan tujuan yang jelas, sehingga kehilangan gregetnya.
Coba dilihat, api semangat itu ada di pikiran atau menyala di hati.
Bisa jadi pula kita lupa mengisi minyak dan lupa menyalakannya.
Sesungguhnya, kemonotonan dan kemalasan dalam hidup ini mudah ditelusuri asal muasalnya, sekaligus dipastikan sumbernya pasti dari si jahat.
Disadari atau tidak, kita sering kali merasa benar sendiri dan mudah menyalahkan yang lain itu salah.
Kita juga mudah iri hati dan benci dengan sukses atau hasil capaian orang lain.
Kita tidak senang melihat orang lain bahagia, tapi senang melihat yang gagal, menderita, dan susah.
Sesungguhnya energi dan pikiran negatif itu datang dari si jahat, dan hal ini sangat berbahaya. Jika tidak mau memperhatikan kelemahan sendiri, kita bakal jatuh, terpuruk, dan sakit.
Sebaliknya energi dan pikiran positif itu berasal dari Roh Tuhan agar kita sabar, tabah, bijaksana, dan murah hati. Supaya hidup kita berbuah dalam kasih-Nya.
Api semangat perubahan itu harus dinyalakan di hati agar senantiasa berkobar dan jadi penerang dunia.
“Datanglah, ya, Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dijadikan lagi, dan Engkau akan membaharui muka bumi.”
Jadilah baru! Hidup makin baik dan berkenan bagi Tuhan.
…
Mas Redjo

