“Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yoh 6: 35).
Jawaban itu diberikan oleh Yesus, ketika ada yang bertanya, “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa” (Yoh 6: 34).
Apakah begitu saja akan diberikan? Ada dua syaratnya untuk menerima Roti yang Hidup itu:
- Datang kepada Dia.
- Percaya kepada Dia.
Apakah kedua syarat itu dipenuhi mereka?
Bagi kita tentang dua syarat itu: Datang dan percaya kepada Dia itu sudah dilakukan? Apakah buktinya, bahwa kita benar-benar percaya kepada Dia?
Ada yang menjawab, “Saya datang kepada Dia dengan masuk Kapel/Gereja dan berdoa.”
“Saya datang kepada Dia dengan mengikuti Misa Ekaristi.”
Ada juga, “Saya percaya kepada Dia dengan memberi diri dibaptis dan jadi pengikut-Nya.”
“Saya tekun mendengarkan sabda-Nya dan mengikuti perintah-Nya.”
“Saya menerima Tubuh dan Darah-Nya saat komuni, dan seterusnya.”
Apakah itu yang dimaksud Yesus dengan datang dan percaya? Ikuti terus pengajaran-Nya tentang Roti yang Hidup. Kita diminta Yesus sangat jelas, yaitu datang dan percaya. Jika kita sungguh oke, lakukanlah. Sebab, kita juga rindu untuk minta, “Tuhan, berikan Roti itu selalu yang membuat kami hidup selamanya.”
Cinta kita kepada Tuhan harus terus menyala dan berkobar-kobar. Dengan jalan seperti itu, cinta kita kepada Tuhan tetap dekat, hangat, dan akrab.
…
Rm. Petrus Santoso

