Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Belilah surat kabar!
Bacalah iklan! Carilah lowongan pekerjaan, dan bekerjalah!”
(Didaktika Hidup Bermakna)
Tradisi Memberi Hadiah
Ada sebuah tradisi menarik di dalam masyarakat kita, bahwa di saat seorang anak lulus ujian, maka orangtuanya akan memberikan ‘sebuah hadiah’ sebagai tanda ucapan selamat dan rasa turut berbahagia.
Nah, demikian yang terjadi di dalam sebuah kisah bermakna berikut ini!
Sebuah Logam Lima Ratus Rupiah
Kisah David Brenner, komedian tenar yang berasal dari sebuah keluarga miskin. Kisah ini mendeskripsikan “apa yang dihadiahkan sang Ayah” di saat David muda lulus ujian di sebuah SMA.
David kembali mengenang kisah indah itu. Seorang temannya yang menerima hadiah berupa sepasang pakaian baru, dan ada juga teman yang orangtuanya kaya itu memberi hadiah berupa sebuah mobil cantik.
Saat itu, dengan ijazah di tangan, Ayah mendekat dan mengucapkan selamat kepadaku. Sambil memasukan tangannya ke dalam saku celananya, ia lalu mengulurkan tangannya, membuka telapak tanganku, dan Ayah meletakkan “sebuah logam lima ratus rupiah.”
Kemudian Ayah berkata kepadaku, “Belilah sebuah surat kabar dengan logam itu. Bacalah setiap kata yang ada di dalamnya. Kemudian bukalah halaman kolom iklan dan temukanlah pekerjaan untuk dirimu. Ceburkanlah dirimu ke dalam dunia. Sekarang, semuanya jadi milikmu sendiri.”
Kini, kala aku mengenangnya kembali, sangat terasa, bahwa itulah sebuah lelucon dari Ayah. Tapi kini saya sudah jadi seorang abdi negara, tentara.
“Aku sungguh sadar, bahwa ternyata ada temanku yang hanya menerima sepasang pakaian atau sebuah mobil. Tapi Ayahku, justru telah memberi aku seluruh dunia. Adakah pemberian yang lebih besar selain itu?”
Reader’s Digest
(1500 Cerita Bermakna)
Rahmat Kehidupan itu adalah Hadiah Terindah
Orang bijaksana mengatakan, “Ketahuilah, bahwa di saat kita menarik dan menghembuskan nafas, itu pun sebuah rahmat. Anda dan saya telah menerimanya secara cuma-cuma pula (Gratia Dei). Bukankah hal itu merupakan sebuah hadiah paling indah?”
Makna dan Arti sebuah Hadiah
Sebuah hadiah, apa pun bentuk dan wujudnya adalah sebuah hadiah atau pemberian dari pihak lain kepada Anda.
Apakah makna dan arti dari sebuah pemberian? Sudah tentu, bahwa sebuah pemberian itu memiliki tujuan mulia, sebagai ekspresi dari rasa hormat, kenangan, atau ikatan batin demi mengikat tali persahabatan. Jadi, di balik itu ada konteks ‘spesial’ sebagai ikatan nurani antar personal.
Seorang Ayah Cerdas dan Berhati Mulia
Sungguh terperanjatnya saya, di saat mengenang tabiat mulia Ayah lewat sebuah hadiah sederhana dan isi pesanan yang sangat menantang dalam kisah ini. Betapa dia sebagai figur Ayah yang cerdas dan berhati mulia. Dari cara dan keunikannya, dia justru telah memberi ruang untuk berkreasi serta kebebasan berpikir kepada putranya. Dalam konteks ini, berarti dia sungguh percaya pada daya kreasi dan potensi hebat putranya.
Hanya dari Logam Lima Ratus Rupiah
Hidup itu jadi bermakna, justru, ketika manusia mau berkreasi, dengan memberikan arti dan makna spesial di dalamnya. Hidup bermakna, karena manusia yang memberikannya. Hanya dari tangan manusia yang hebat, maka akan melahirkan kehebatan pula.
Hadiah yang kecil juga tidak harus berdampak kecil. Bahkan lewat kisah unik ini, bahwa dari hadiah yang kecil, berupa ‘logam lima ratus rupiah’ maka lahirlah sebuah keagungan.
Sang putra yang kian sadar, bahwa Ayahnya justru telah ‘memberinya seluruh dunia.’ Bukankah lewat realitas di dunia ini, maka manusia itu akan bertumbuh dan berkembang jadi sesosok pribadi yang agung dan mulia?
Refleksi
Apa yang bermakna dan membahagiakan hidup kita di dunia ini?
Lewat sikap-sikap: ‘ketulusan, kejujuran, kesederhanaan, dan kerendahan hati’, maka akan terbukalah tabir misteri tentang kesejatian hidup. Itulah kebagian sejati!
“Non multa sed multum”
(Yang utama ialah kualitasnya, dan bukan banyaknya).
Kediri, 22 Oktober 2025

