Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Nose te Ipsum”
Kenalilah Dirimu Sendiri
(Refleksi Kisah Keterbatasan Hidup Manusia)
Tampak seorang remaja ganteng sedang asyik mengamati keadaan sekitar lewat kaca spion karat dan berdebu di atas rongsokan sebuah mobil tua yang telah lama teronggok di tempat itu.
Sesekali matanya melirik ke arah kaca spion berdebu itu. Sesekali pula terdengar lirih keluhan dari bibir mungilnya, “Mengapa, koq ngga jelas pemandangan sekitarnya.”
Lalu ia turun dari tumpukan rongsokan itu dan berusaha untuk mendorong body karat mobil. Tapi tampaknya besi tua itu tidak sedikit pun mau beranjak.
Tanpa sepengetahuannya, sang Kakek dengan cermat mengamati tingkah laku cucu kesayangannya itu.
Karena sudah tidak dapat bersabar lagi, Kakek itu mendekatinya dan menepuk lembut bahunya sambil berkata, “Cucuku, apa yang telah merisaukan hatimu?”
“Oh ya, Kek, aku kesal dan kecewa berat, karena saat memandangi alam sekeliling lewat kaca spion itu, tapi tidak jelas,” keluhnya.
“Oh begitu, apakah kamu sungguh ingin melihat pemandangan di sekelilingmu?”
“Ya, Kek, sungguh.”
“Jika memang demikian, ayo segera turun dari tumpukan rongsokan itu.”
“Tapi Kek, aku ingin memandang lewat kaca spion itu,” katanya sambil jarinya menunjuk ke arah tumpukan rongsokan mobil tua itu.
Dengan sambil membungkukkan tubuh ringkihnya, Kakek itu berbisik lembut, “Cucuku, jika kau sungguh ingin memandangi seluruh realitas hidup ini, turun dan tinggalkan tumpukan rongsokan mobil tua itu, lalu tataplah seluruh isi alam ini lewat mata kepalamu sendiri.”
Setelah mendengar ajakan Kakek, bergegaslah ia turun dari atas tumpukan rongsongan mobil tua, dan mulai belajar untuk manatap seluruh isi alam.
“Bagaimana Cucuku, apakah masih ada rintangannya?”
“Tidak Kek, kini aku dapat memandangi seluruh alam ini dengan jelas,” sahutnya sambil menggelengkan kepala.
Amanat Hidup dari Balik Kisah ini
- Manusia itu makhluk yang suka bertingkah nyentrik dan aneh dengan cara mencari sensasi agar dapat dianggap hebat.
- Maka, ia akan terus berupaya untuk meniru cara dan gaya hidup orang lain. Lalu pada akhirnya, apa yang dilakukannya?
- Maka, dengan gampangnya akan ditirunya cara dan gaya seorang sopir menggunakan kaca spion.
- Jika kita sungguh ingin melihat seluruh realitas hidup ini, tinggalkan tumpukan rongsokan mobil tua itu dan gunakan alam serta pikiran sendiri.
- Maka, sebuah realitas hidup akan kita temukan lewat tatapan mata kesadaran sendiri.
- Saya percaya, bahwa di dalam hidup ini, tidak banyak orang yang berani untuk melihat seluruh kenyataan hidup ini.
Bukankah akar dari seluruh permasalahan hidup ini, justru karena kita manusia adalah makhluk yang doyan akan kepalsuan?
Wolotopo/Ende, 12 Juni 2025

