(Yoh 20: 19b)
Injil mengingatkan kita, bahwa kebangkitan Yesus membawakan damai bagi kita. Setelah kematian Yesus, para murid hidup dalam ketakutan, bersembunyi dalam ruangan yang terkunci. Mereka seolah-olah kehilangan harapan dan pegangan dalam hidup mereka. Namun, Yesus yang telah bangkit dengan jaya tentu sudah tahu sebelumnya akan hal yang bakal menimpa mereka. Bahkan, Yesus sudah mengingatkan mereka sebelumnya, supaya mereka tidak gelisah, tapi percaya kepada Allah dan kepada-Nya (bdk.Yoh 14: 1).
Penampakkan Yesus serentak menghalau ketakutan dan kegelisahan mereka: “Damai sejahtera bagi kamu.” Sapaan Yesus meneguhkan, bahwa kebangkitan dan kehadiran-Nya selalu menghadirkan kedamaian bagi setiap orang. Damai yang Ia bawa merupakan bukti, bahwa Ia begitu peduli dengan setiap hati yang sedang menderita.
Dalam kehidupan kita, ada begitu banyak hal yang dapat membuat kita hidup dalam ketakutan dan kecemasan. Semuanya itu pada akhirnya membuat kita menutup diri pada kasih Allah.
Hari ini Ia membawa damai di hati kita. Mari kita membuka hati yang mungkin sedang terbelenggu oleh berbagai hal. Kita izinkan hati kita dipenuhi dengan damai-Nya.
Rm. Eusebius Paulus, CSE
Minggu, 27 April 2025
Kis 5: 12-16 Mzm 118: 2-4.22-27 Why 1: 9-13.17-19 Yoh 20: 19-31
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

