“Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tapi kamu tidak mau” (Luk 13: 34b).
Kasih dan kesabaran Tuhan sungguh luar biasa. Tuhan begitu mengasihi kita dan memanggil kita untuk kembali kepada-Nya. Tapi manusia sering kali menolak dan menyakiti-Nya dengan dosa atau kelalaiannya. Tuhan selalu mengundang kita untuk datang dan berlindung dalam pelukan-Nya, seperti anak-anak ayam yang dikumpulkan oleh induknya. Faktanya ada banyak orang yang memilih untuk menolak panggilan itu, karena kedegilan hati.
“Apakah Anda adalah salah satunya?”
Mari meneliti kembali hati kita. Apakah kita senantiasa berusaha untuk terbuka pada sapaan Tuhan? Jika tidak, mari kita berbalik dari sikap kita dan membuka hati terhadap kasih Tuhan, supaya kita dapat menerimanya dan hidup dalam perlindungan serta bimbingan-Nya. Dengan bantuan rahmat kasih Tuhan, kita percaya dapat jadi pribadi yang penuh kasih dan sabar terhadap sesama, bahkan terhadap mereka yang mungkin sulit dijangkau atau yang menolak kebaikan.
Sr. Anna Gracia, P. Karm
Kamis, 30 Oktober 2025
Rm 8: 31-39 Mzm 109: 21-22.26-27.30-31; Luk 13: 31-35
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

