“Jika jiwa ini ingin bahagia, temani mereka yang sedang berdukacita itu dengan cinta.” -Mas Redjo
Jangan kaget, jika ada teman lebih sering bertemu saya di tempat orang yang sedang berdukacita, dibandingkan di pesta pernikahan, ulang tahun, atau pesta syukuran.
Alasan saya sederhana. Saya ini bukan pejabat, penguasa, aktor top, atau juga orang yang tajir melintir. Melainkan orang bersahaja. Meski tanpa kehadiran saya, mereka yang empunya hajat itu pasti bersukacita dan bahagia bersama tamunya. Jika saya tidak bisa hadir, biasanya undangan itu bentrok dengan orang yang ‘kesripahan’ (berdukacita). Sehingga saya meminta istri atau anak untuk datang mewakilinya.
Saya memilih mengutamakan hadir dan berada di tempat orang yang berduka, karena ingin menemani dan turut merasakan kedukaannya. Peduli dan keempatian saya pada orang yang berduka itu adalah cara saya untuk menghidupi jiwa ini dengan semangat menyangkal diri.
Saya teringat Petrus, murid Yesus yang amat dikasihi. Ternyata ia menyangkal kemuridannya, ketika Yesus ditangkap oleh Imam Besar. Orientasi itu pula yang mendorong saya mengutamakan datang di tempat teman yang berdukacita kehilangan anggota keluarganya, ketimbang pesta sukacita.
Dengan saya hadir dan berada di dekat teman yang berdukacita itu agar ia tidak merasa sendirian dan ditinggalkan para sahabatnya di saat kedukaan. Sehingga hatinya makin pedih nyeri dan nelangsa.
Bagi saya, orang yang mengalami kedukaan itu harus jadi prioritas utama untuk didatangi, didampingi, dihibur, dan dikuatkan hatinya agar ia tabah, sabar, dan ikhlas hati.
Dengan mendampingi orang yang berdukacita itu, saya menghadirkan kasih Allah, sekaligus menemukan kasih-Nya. Saya diingatkan untuk senantiasa berjaga-jaga dan waspada, karena kematian itu datangnya seperti pencuri dan tidak seorang pun tahu waktunya (Mat 24: 42-44).
Sejatinya, dalam kedukaan itu kasih Allah dinyatakan. Yesus, Putera-Nya adalah kepastian, bahwa di rumah Bapa-Nya banyak tempat tinggal. “Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Yoh 14: 2).
Mas Redjo

