Saat orang lain menyebalkan, saya ingin melihatnya sebagai sosok yang sama seperti saya sendiri yang sedang berjuang atau terluka. Dengan demikian saya tidak akan mudah menilai orang lain. Itu adalah praktik “Common Humanity” (Kemanusiaan Universal). Dengan melihat mereka sebagai sesama manusia yang sedang berjuang, kita lebih berempati.
Kebetulan tahun ini kita mulai puasa di waktu yang barengan lagi (Februari), hal seperti ini mengingatkan, betapa sucinya makna puasa kita, dan saya percaya Tuhan yang Esa senang melihat kita rukun begini.
Salam damai.
Jlitheng

