Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Who am I”
(Manusia Mempertanyakan Status Dirinya)
…
| Red-Joss.com | Siapakah “AKU” ini? (Who am I). Sang manusia itu seolah-olah masih terus meragukan eksistensi dirinya!
Inilah tiga buah pertanyaan abadi yang sudah setua usia sang manusia!
(1) Manusia, “Siapakah engkau?”
(2) Manusia, “Dari manakah engkau?”
(3) Manusia, “Hendak ke manakah engkau?”
Pernahkah kita mendengar dongeng tentang sebuah nama, tokoh โRapunzel?โ
Ternyata, itu nama seorang putri yang ditawan seorang nenek sihir.
Sejatinya, gadis itu sungguh sangat cantik. Namun, si nenek sihir selalu mengatakan, bahwa wajahnya sangat buruk. Ekses negatifnya, gadis itu sungguh termakan oleh kata-kata negatif itu.
Nyata, bahwa Rapunzel sudah sungguh terperangkap di dalam penjara di atas sebuah menara, karena termakan oleh cap serba negatif.
Sang bijaksanawan pernah berkata, “Jika semua pintu sudah tertutup rapat, maka carilah sebuah celah kecil yang terkuak!”
Ya, benar juga. Sungguh, ‘banyak jalan menuju kota abadi Roma.’ Akan ada saatnya untuk sebuah pembebasan.
Di saat sang putri melihat ke luar, tampak seorang Pangeran tampan sedang berdiri di bawah menara.
Apa yang dilakukan Rapunzel? Dia pun membiarkan juntai rambut panjangnya tergerai ke luar jendela.
Pangeran tidak mau membuang kesempatan emas itu. Maka, ia segara memanjat ke menara sambil bergelantung pada rambut putri itu.
Sesungguhnya jeruji penjara yang membelenggu Rapunzel ialah dirinya sendiri. Gambaran citra diri minor yang serba pekat, itulah jeruji penjaranya.
Siapakah sejatinya, si Rapunjel itu? Dia adalah kau dan aku! Dia adalah simbol kepicikan citra diri kita masing-masing sebagai ekses dari gambaran diri yang salah.
Bukankah kita sangat doyan dan termakan, mendengar siapakah diri kita, menurut kata serta pengakuan orang lain?
Jika demikian, kita akan terus terpenjara di atas menara citra diri yang salah. Entah, hingga kapan!
…
Kediri,ย 18ย Januariย 2024

