Bagian 125
Konsep Paus adalah aspek fundamental dari pemahaman Gereja Katolik tentang otoritas dan kepemimpinan dalam komunitas Kristen. Katekismus Gereja Katolik (KGK) memberikan sebuah penjelasan yang rinci tentang peran dan signifikansi Paus, khususnya dalam kaitannya dengan pemerintahan Gereja dan tradisi kerasulan.
- Paus sebagai Penerus Santo Petrus: Paus dianggap sebagai Uskup Roma dan penerus Santo Petrus, yang dianggap sebagai Paus pertama. Suksesi ini berakar pada keyakinan, bahwa Yesus menunjuk Petrus sebagai pemimpin murid-murid-Nya, sebagaimana dibuktikan dalam Matius 16: 18-19, di mana Yesus berkata, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan Gereja-Ku.” Katekismus menekankan peran dasar Petrus dan para penerusnya dalam menjaga kesatuan dan keutuhan Gereja (KGK 881).
- Peran Paus dalam Pengajaran dan Pemerintahan: Paus berperan sebagai gembala dan guru tertinggi bagi semua orang Kristen. Menurut Katekismus, ia memiliki otoritas untuk mengajar dalam hal iman dan moral, memastikan umat beriman berpegang teguh pada kebenaran Injil. Otoritas mengajar ini dikenal sebagai Magisterium, dan dilaksanakan dalam persekutuan dengan para Uskup (KGK 890-891). Paus juga bertanggung jawab atas tata kelola Gereja, membuat keputusan-keputusan yang memengaruhi Gereja universal dan membimbing para Uskup dalam tugas-tugas pastoral mereka.
- Infalibilitas: Salah satu doktrin penting yang terkait dengan Paus adalah konsep infalibilitas kepausan. Katekismus menjelaskan, bahwa Paus terpelihara dari kesalahan, ketika ia memproklamasikan sebuah doktrin definitif mengenai iman atau moral, di bawah kondisi-kondisi tertentu (KGK 891). Infalibilitas ini bukanlah atribut pribadi Paus, melainkan sebuah karisma Roh Kudus yang melindungi otoritas pengajaran Gereja.
- Kesatuan Gereja: Paus dipandang sebagai simbol dan penjamin kesatuan Gereja. Katekismus menyatakan, bahwa Paus, sebagai kepala Gereja yang kelihatan, memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kesatuan di antara gereja-gereja lokal yang beragam (KGK 882). Kesatuan ini sangat penting bagi misi Gereja dan kesaksiannya kepada dunia.
- Paus dan Ekumenisme: Katekismus ini juga menyoroti peran Paus dalam mempromosikan ekumenisme, yang merupakan upaya untuk memupuk persatuan di antara semua orang Kristen. Paus terlibat dalam dialog dengan denominasi-denominasi Kristen lainnya dan mendorong inisiatif-inisiatif yang mengarah pada pemahaman dan kerja sama yang lebih besar (KGK 820).
Singkatnya, peran Paus memiliki banyak segi, mencakup kepemimpinan, pengajaran, pemerintahan, dan mempromosikan persatuan dalam Gereja. Katekismus Gereja Katolik menyediakan kerangka kerja yang komprehensif untuk memahami signifikansi kepausan dalam kehidupan Gereja, dengan menekankan akarnya dalam tradisi kerasulan dan fungsi esensialnya dalam dunia kontemporer.
Untuk rincian lebih lanjut, lihat KGK paragraf 880-896.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

