Bagian 83
| Red-Joss.com | Untuk menjadikan imamat kudus, penting bagi para Imam untuk mengupayakan kekudusan pribadi dan memenuhi jawatan mereka dengan integritas, kerendahan hati, dan pengabdian.
Berikut adalah beberapa cara di mana para Imam dapat mengupayakan kekudusan dalam panggilan mereka:
- Doa: Para Imam harus memprioritaskan kehidupan doa mereka, meluangkan waktu untuk berdoa setiap hari, meditasi, dan kontemplasi. Partisipasi teratur dalam liturgi, terutama perayaan Ekaristi dan Liturgi Jam, sangat penting untuk makanan dan pertumbuhan rohani.
- Sakramen-sakramen: Para Imam hendaknya secara teratur berpartisipasi dalam sakramen-sakramen, khususnya Sakramen Rekonsiliasi, untuk menerima rahmat dan pengampunan Allah. Merayakan sakramen-sakramen dengan penuh hormat dan pengabdian juga penting bagi para Imam untuk memenuhi jawatan mereka secara efektif.
- Studi dan Pembinaan: Pembinaan dan studi Teologi, Kitab Suci, dan ajaran-ajaran Gereja yang berkesinambungan sangat penting bagi para imam untuk memperdalam pemahaman mereka tentang iman dan untuk mengkomunikasikannya secara efektif kepada orang lain. Pembinaan rohani dan pastoral yang berkelanjutan membantu para Imam bertumbuh dalam panggilan dan pelayanan mereka.
- Hidup yang Berbudi Luhur: Para Imam dipanggil untuk menjalani hidup yang berbudi luhur, mewujudkan ajaran Kristus dalam perkataan dan tindakan. Mempraktikkan kebajikan seperti kerendahan hati, cinta kasih, kemurnian, dan ketaatan membantu para Imam untuk menjadi saksi-saksi Injil yang efektif dan melayani orang lain dengan cinta dan belas kasih.
- Komunitas dan Dukungan: Para Imam harus membina hubungan dengan para Klerus, religius, dan umat awam untuk saling mendukung, mendorong, dan bertanggung jawab. Membangun komunitas iman yang kuat membantu para Imam untuk menavigasi tantangan-tantangan pelayanan mereka dan bertumbuh dalam kekudusan bersama.
- Pelayanan dan Misi: Para Imam dipanggil untuk melayani umat Allah dengan kerendahan hati dan tanpa pamrih, mengikuti teladan Kristus yang datang bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani. Terlibat dalam pelayanan pastoral, menjangkau mereka yang terpinggirkan, dan mempromosikan keadilan sosial adalah cara-cara di mana para Imam dapat menghidupi panggilan mereka dengan kekudusan dan dedikasi.
Dengan memprioritaskan doa, sakramen, pembinaan, hidup bajik, komunitas, dan pelayanan itu para Imam dapat berjuang untuk kekudusan dalam hidup panggilan dan memenuhi misi mereka untuk membawa Kristus ke dunia.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

