Bagian 130
Konsep Diakon Permanen di dalam Gereja Katolik diartikulasikan di dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK), khususnya di dalam konteks Sakramen Tahbisan Kudus dan berbagai tingkatan jawatan di dalam Gereja.
Diakon Permanen adalah salah satu dari tiga tingkatan Sakramen Tahbisan Kudus, yang juga mencakup episkopat (Uskup) dan presbiterat (Imam). Peran Diakon berakar pada Gereja mula-mula, di mana para Diakon diangkat untuk membantu para Rasul dalam pelayanan firman dan distribusi sumber daya, khususnya kepada kaum miskin (KGK 1569).
Diakon Permanen berbeda dengan Diakon Peralihan, yang biasanya adalah seorang seminaris yang sedang mempersiapkan diri untuk jadi Imam. Diakon Permanen dapat menikah atau lajang, dan mereka melayani dalam berbagai kapasitas di dalam Gereja, termasuk peran-peran liturgis, pelayanan pastoral, dan karya-karya amal. Katekismus menekankan, bahwa diakonat adalah sebuah pelayanan, yang mencerminkan pelayanan Kristus sendiri (KGK 1570).
Dalam hal peran sakramental mereka, Diakon Permanen ditahbiskan untuk melayani Gereja dalam pelayanan sabda, liturgi, dan amal. Mereka dapat mewartakan Injil, berkhotbah, membaptis, menyaksikan pernikahan, dan memimpin upacara pemakaman, tapi mereka tidak memiliki otoritas untuk merayakan Ekaristi (KGK 1571). Diakonat dianggap sebagai sebuah keadaan hidup yang permanen, dan bukan sebuah fase transisi menuju imamat.
Katekismus juga mencatat pentingnya diakonia dalam misi Gereja, dengan menyatakan, bahwa para Diakon dipanggil untuk jadi “pelayan Gereja” dan saksi Injil melalui hidup dan tindakan mereka (KGK 1572). Pelayanan mereka adalah bagian integral dari penjangkauan dan pelayanan. Gereja kepada masyarakat, mewujudkan komitmen Gereja untuk melayani mereka yang membutuhkan.
Singkatnya, Diakon Permanen berfungsi sebagai kehadiran pelayanan yang vital di dalam Gereja, yang mewujudkan panggilan untuk melayani dan misi Gereja di dunia.
Untuk rincian lebih lanjut, silakan merujuk pada Katekismus Gereja Katolik, khususnya paragraf 1569-1572, yang menguraikan sifat, peran, dan signifikansi diakonat dalam kehidupan Gereja.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

