Bagian 23
| Red-Joss.com | Dalam teologi Katolik, konsep “Raja, Imam, Nabi” sering digunakan untuk menggambarkan tiga jabatan Yesus Kristus. Pemahaman ini menyoroti berbagai peran dan fungsi yang Yesus penuhi dalam misi keselamatan-Nya.
Mari kita pelajari setiap aspek secara rinci:
- Raja:
Sebagai Raja, Yesus menjalankan otoritas dan kedaulatannya atas semua ciptaan. Dia adalah Raja sejati dan abadi yang berkuasa atas alam semesta.
Katekismus Gereja Katolik mengajarkan, bahwa kerajaan Yesus bukan berasal dari dunia ini, seperti yang Dia sampaikan di hadapan Pilatus selama sengsara-Nya (KGK 678). Kerajaan-Nya berakar pada sifat Ilahi-Nya dan kemenangan-Nya atas dosa dan kematian melalui Misteri Paskah-Nya.
Kerajaan Yesus ditandai dengan kasih, belas kasihan, dan keadilan-Nya. Dia memerintah dengan hati gembala, merawat dan membimbing umatnya. Dia mengundang semua orang untuk masuk ke kerajaan-Nya, yaitu Kerajaan Allah, di mana cinta dan kebenaran menang. Melalui kerajaan-Nya, Yesus menetapkan tatanan baru, cara hidup baru, dan memanggil para pengikut-Nya untuk berpartisipasi dalam membangun kerajaan ini di bumi.
- Imam:
Sebagai Imam, Yesus mempersembahkan diri-Nya sebagai korban yang sempurna dan abadi untuk pengampunan dosa. Dia adalah Imam Besar yang mempersembahkan satu pengorbanan yang berkenan kepada Tuhan dan membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia. Katekismus menyatakan, bahwa imamat Yesus unik dan tidak dapat diulang, karena Dia adalah perantara antara Tuhan dan kemanusiaan (KGK 1544).
Imamat Yesus berhubungan erat dengan pengorbanan-Nya di kayu salib. Melalui persembahan diri-Nya sendiri, Dia mendamaikan kemanusiaan dengan Tuhan, melakukan penebusan dosa dan memulihkan hubungan yang rusak antara Tuhan dan kemanusiaan. Imamat Yesus diabadikan dalam sakramen-sakramen, khususnya Ekaristi, di mana pengorbanan-Nya dibuat hadir dan ditawarkan kembali dengan cara yang tidak berdarah.
- Nabi:
Sebagai Nabi, Yesus mengungkapkan kebenaran rencana keselamatan Tuhan dan berbicara atas nama Tuhan. Dia adalah Firman Tuhan yang menjadi daging, yang memberitakan Kabar Baik Kerajaan dan memanggil orang-orang untuk pertobatan. Katekismus menegaskan, bahwa Yesus adalah Nabi yang definitif, yang mengungkapkan kepenuhan Tuhan dan membawa pesan-Nya sampai selesai (KGK 719).
Misi kenabian Yesus meliputi mengajar, berkhotbah, melakukan tanda-tanda, dan keajaiban untuk memanifestasikan kuasa dan kasih Tuhan. Dia berbicara dengan otoritas, mengungkapkan misteri Kerajaan Allah dan memanggil orang-orang untuk beriman dan pemuridan. Melalui pelayanan kenabian-Nya, Yesus mengundang semua orang untuk menemui kebenaran dan mengikuti Dia sebagai Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan.
Singkatnya, konsep “Raja, Imam, Nabi” menggambarkan misi Yesus Kristus yang beragam. Dia adalah Raja yang memerintah dengan cinta dan keadilan, Imam yang menawarkan diri-Nya untuk keselamatan kemanusiaan, dan Nabi yang mengungkapkan kebenaran Tuhan dan memanggil semua untuk pertobatan. Melalui peran-peran ini, Yesus membawa penggenapan rencana keselamatan Tuhan dan mengundang kita untuk berpartisipasi dalam kehidupan Ilahi-Nya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

