Bagian 26
| Red-Joss.com | Istilah ‘Pieta’ mengacu pada representasi artistik tertentu di mana Perawan Maria digambarkan memegang tubuh Yesus Kristus yang tidak bernyawa setelah penyaliban-Nya. ‘Pieta’ berasal dari kata Italia ‘pietà’, yang berarti kasihan atau kasih sayang. Hal ini adalah gambaran kuat yang menyampaikan kesedihan dan kasih sayang Maria saat ia menggendong tubuh Putranya.
Representasi ‘Pieta’ yang paling terkenal dan berpengaruh adalah patung yang dibuat oleh Michelangelo, yang berada di Basilica St. Peter, Vatikan. Mahakarya ini menangkap intensitas emosional adegan, dengan wajah tenang Maria yang mengekspresikan campuran kesedihan, penerimaan, dan cinta yang mendalam.
Katekismus Gereja Katolik tidak secara spesifik membahas konsep ‘Pieta’ sebagai representasi artistik. Namun, hal itu menekankan pentingnya peran Maria dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Kehadiran Maria di kaki salib dan keikut-sertaannya dalam penderitaan Putranya dipandang sebagai penggenapan nubuat Simeon, bahwa pedang akan menembus hatinya (Lukas 2: 35).
Katekismus mengajarkan, bahwa persatuan Maria dengan Putranya dalam gairah dan kematian adalah partisipasi yang unik dan luar biasa dalam karya penebusan Kristus (KGK 618). Kehadirannya di salib menandakan kesetiaan, kasih keibuannya, dan solidaritasnya dengan kemanusiaan dalam kebutuhan keselamatan.
‘Pieta’ sebagai representasi artistik, berfungsi sebagai pengingat visual peran Maria dalam penebusan kemanusiaan dan kasih sayangnya untuk penderitaan Putranya. Ini mengundang kita untuk merenungkan kedalaman cinta Maria dan kesediaannya untuk berbagi dalam rasa sakit dan pengorbanan Yesus untuk keselamatan semua.
Singkatnya, ‘Pieta’ adalah representasi artistik yang menggambarkan Perawan Maria memegang tubuh Yesus Kristus yang tidak bernyawa. Ini melambangkan belas kasih, kesedihan, dan partisipasi Maria dalam penderitaan Putranya. Meskipun tidak secara langsung dibahas dalam Katekismus, ‘Pieta’ mencerminkan peran unik Maria dalam penebusan kemanusiaan dan mengundang kontemplasi cinta dan solidaritasnya dengan kemanusiaan dalam kebutuhan akan keselamatan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

