Bagian 52
| Red-Joss.com | Konsep penyembuhan merupakan aspek penting dari iman Katolik, meliputi penyembuhan fisik, emosional, dan spiritual. Katekismus Gereja Katolik membahas tema penyembuhan dalam berbagai konteks, menekankan peran Kristus sebagai penyembuh tertinggi dan Gereja sebagai sumber penyembuhan dan rekonsiliasi.
Dalam paragraf 1503, Katekismus membahas Yesus Kristus sebagai tabib jiwa dan tubuh kita, menyoroti pelayanan penyembuhan-Nya selama kehidupan duniawi-Nya. Yesus melakukan banyak mukjizat penyembuhan fisik, menunjukkan kekuatannya untuk memulihkan kesehatan dan keutuhan bagi mereka yang sakit atau menderita. Penyembuhan ajaib ini adalah tanda-tanda identitas-Nya sebagai Anak Tuhan dan sumber penyembuhan sejati bagi kemanusiaan.
Selanjutnya, Katekismus menekankan sakramen-sakramen sebagai sarana penyembuhan spiritual dan rahmat. Dalam paragraf 1421, Sakramen Rekonsiliasi digambarkan sebagai Sakramen Penyembuhan, di mana Kristus mengampuni dosa dan merekonsiliasi peniten dengan Tuhan dan Gereja. Melalui Sakramen Rekonsiliasi, orang-orang percaya mengalami belas kasihan penyembuhan Tuhan dan dipulihkan ke keadaan rahmat.
Katekismus juga membahas pentingnya doa dan syafaat para orang kudus dalam mencari kesembuhan. Dalam ayat 1499, Gereja mendorong umat beriman untuk berdoa bagi penderitaan dan orang sakit, memohon syafaat dari orang-orang kudus dan mempercayakan mereka yang membutuhkan kesembuhan untuk merawat Tuhan.
Secara keseluruhan, pemahaman Katolik tentang penyembuhan mencakup dimensi fisik, emosional, dan spiritual, dengan Kristus sebagai sumber penyembuhan utama dan Gereja sebagai saluran rahmat dan belas kasihan Tuhan. Melalui sakramen-sakramen, doa, dan syafaat para orang kudus, orang percaya diundang untuk mencari kesembuhan dan keutuhan dalam tubuh, pikiran, dan roh, percaya pada kasih sayang Tuhan untuk membawa pemulihan dan pembaharuan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

