Bagian 14
| Red-Joss.com | Lectio Divina adalah praktek tradisional membaca Kitab Suci, meditasi, doa, dan kontemplasi. Hal ini adalah metode untuk mendekati teks suci Alkitab dengan cara yang memungkinkan untuk perjumpaan yang mendalam dengan Firman Tuhan. Sementara istilah spesifik ‘Lectio Divina’ mungkin tidak disebutkan dalam Katekismus Gereja Katolik, praktik itu sendiri berakar pada tradisi Gereja yang kaya dan didorong sebagai sarana pertumbuhan spiritual dan makanan.
Katekismus Gereja Katolik menekankan pentingnya Kitab Suci dalam kehidupan orang percaya. Ia menyatakan, “Gereja secara paksa dan khususnya mendesak semua umat Kristen untuk mempelajari pengetahuan yang melampaui tentang Yesus Kristus, dengan sering membaca Kitab Suci Ilahi” (KGK 133). Ayat ini menyoroti dorongan Gereja bagi orang percaya untuk terlibat dengan Kitab Suci secara teratur.
Lectio Divina biasanya melibatkan empat tahap: lectio (baca), meditasi (meditasi), oratio (doa), dan kontemplatio (renungan). Mari kita jelajahi masing-masing tahapan ini secara lebih rinci:
- Lectio (Membaca): Tahap ini melibatkan membaca bagian yang dipilih dari Alkitab dengan cermat dan penuh perhatian. Tujuannya tidak untuk terburu-buru melalui teks, tapi untuk membacanya perlahan, memungkinkan kata-kata meresap dan beresonansi di dalam hati. Pembaca berusaha memahami arti harfiah dari teks dan merefleksikan konteks.
- Meditasi (Meditasi): Setelah membaca ayat, para pelaku memasuki periode refleksi dan meditasi. Tahap ini melibatkan merenungkan kata-kata, frase, dan gambar yang menonjol selama membaca. Ini adalah kesempatan untuk mempelajari lebih dalam arti teks dan untuk menghubungkannya dengan kehidupan dan pengalaman sendiri.
- Oratio (Doa): Pada tahap ini, seorang pengamal menanggapi Firman Tuhan melalui doa. Ini melibatkan berbicara dengan Tuhan, mengekspresikan rasa terima kasih, mencari bimbingan, dan menawarkan pikiran atau emosi yang muncul selama meditasi. Tahap ini adalah dialog pribadi dengan Tuhan, memungkinkan untuk koneksi yang lebih dalam dan pemahaman tentang bagian Kitab Suci.
- Contemplatio (Kontemplasi): Tahap akhir dari Lectio Divina adalah kontemplasi, di mana seorang pengamal bersandar di hadapan Tuhan. Ini adalah saat kesunyian terbuka, membiarkan Tuhan berbicara langsung ke hati. Tahap ini melampaui kata-kata dan pikiran, mengundang pertemuan mendalam dengan Ilahi.
Lectio Divina adalah praktik yang menumbuhkan hubungan pribadi dan intim dengan Tuhan melalui Kitab Suci. Dengan terlibat dalam metode ini, individu dapat mendalami pemahaman mereka tentang Firman Tuhan dan mengizinkannya mengubah hidup mereka. Sementara Katekismus mungkin tidak secara eksplisit menyebut Lectio Divina, menekankan pada pentingnya Kitab Suci dan dorongan Gereja untuk terlibat dengannya mendukung praktek sebagai sarana pertumbuhan spiritual dan persekutuan dengan Tuhan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

