Bagian 66
| Red-Joss.com | “Latria” adalah sebuah istilah yang digunakan dalam teologi Katolik untuk menyebut bentuk penyembahan atau pemujaan tertinggi yang ditujukan kepada Allah semata. Ini adalah bentuk penyembahan yang mengakui kebesaran, kekudusan, dan keagungan Allah yang tertinggi. Latria melibatkan persembahan pujian, ucapan syukur, dan penghormatan kepada Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara segala sesuatu.
Katekismus Gereja Katolik membahas konsep Latria dalam beberapa paragraf.
Paragraf 2096 menyatakan, “Adorasi adalah tindakan pertama dari keutamaan agama. Memuja Tuhan berarti mengakui Dia sebagai Tuhan, Pencipta dan Juru Selamat, Tuhan dan Penguasa segala sesuatu yang ada, sebagai Kasih yang tak terbatas dan penuh belas kasihan.
“Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada-Nya sajalah engkau berbakti.”
Ayat 2097 lebih lanjut menjelaskan, Menyembah Tuhan berarti mengakui, dengan rasa hormat dan ketundukkan mutlak, ketiadaan makhluk yang tidak akan ada, jika bukan karena Tuhan.
Memuja Allah berarti memuji dan meninggikan-Nya serta kita merendahkan diri, seperti yang dilakukan oleh Maria dalam Magnificat, mengakui dengan penuh rasa syukur, bahwa Dia telah melakukan hal-hal yang besar dan kuduslah nama-Nya.”
Singkatnya, Latria adalah bentuk penyembahan tertinggi yang diberikan hanya kepada Allah, mengakui kebesaran-Nya yang tertinggi dan mempersembahkan pujian, penghormatan, dan pemujaan kepada-Nya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

