Bagian 15
| Red-Joss.com | Katekismus Gereja Katolik menggambarkan empat karakteristik atau tanda esensial Gereja: yaitu Satu, Suci, Katolik, dan Kerasulan. Karakter-karakteristik ini mencerminkan sifat dan identitas Gereja yang telah ditetapkan oleh Kristus.
- Satu: Gereja adalah satu, karena bersatu di bawah satu Tuhan, Yesus Kristus. Kesatuan ini diungkapkan dalam berbagai cara, termasuk pengakuan satu iman, perayaan sakramen, dan struktur hierarkis Gereja. Gereja adalah satu: ia mengakui satu Tuhan, mengakui satu iman, lahir dari satu Pembaptisan, membentuk satu Tubuh, diberikan kehidupan oleh satu Roh, demi satu harapan, yang pada penggenapannya semua divisi akan dikalahkan” (KGK 866). Kesatuan Gereja adalah cerminan dari kesatuan Trinity Suci.
- Suci: Gereja adalah suci, karena disucikan oleh Tuhan. Kekudusan Gereja berasal dari Kristus, yang merupakan sumber segala kekudusan. Katekismus menjelaskan, “Gereja adalah kudus: Allah yang Maha Suci adalah penciptanya; Kristus, mempelai laki-laki, menyerahkan diri-Nya untuk menjadikannya kudus; Roh kekudusan memberikan hidup-Nya” (KGK 823). Kekudusan Gereja dinyatakan melalui sakramen, ajaran Kristus, dan kesaksian para kudus.
- Katolik: Istilah ‘Katolik’ berarti universal. Gereja Katolik, karena dimaksudkan untuk semua orang, terlepas dari ras, budaya, atau kebangsaan. Katekismus menegaskan, Gereja adalah Katolik: ia memberitakan kepenuhan iman. Ia memikul dalam dirinya sendiri dan mengelola keseluruhan sarana keselamatan” (KGK 830). Universalitas Gereja terlihat dalam misinya untuk menyebarkan Injil ke semua bangsa dan kemampuannya untuk merangkul beragam budaya dan bahasa.
- Apostolik: Gereja bersifat kerasulan, karena didirikan di atas para rasul, yang dipilih oleh Yesus Kristus. Para rasul, melalui ajaran, otoritas, dan keberhasilan mereka, memastikan kelangsungan misi Gereja. Katekismus menyatakan, Gereja adalah kerasulan. Ia dibangun di atas dasar yang abadi: ‘dua belas rasul Anak Domba’ (KGK 857). Suksesi kerasulan dipertahankan melalui para Uskup, yang merupakan penerus para Rasul, dan Paus, yang merupakan penerus St. Petrus.
Empat tanda Gereja ini saling berhubungan dan mencerminkan identitas dan misi Gereja. Mereka menyoroti kesatuan Gereja, kekudusan, universalitas, dan fondasi kerasulan. Katekismus menyajikan karakteristik ini sebagai aspek esensial dari sifat Gereja, menekankan signifikansi mereka dalam kehidupan umat beriman dan misi Gereja untuk memberitakan Injil dan membawa keselamatan bagi semua orang.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

