Bagian 30
| Red-Joss.com | Gereja Katolik mengajarkan, bahwa manusia terdiri dari jiwa dan tubuh. Pemahaman tentang pribadi manusia berakar pada keyakinan, bahwa setiap manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Tuhan (KGK 362). Katekismus Gereja Katolik memberikan wawasan tentang sifat jiwa dan hubungannya dengan tubuh.
Katekismus menyatakan, bahwa jiwa manusia diciptakan langsung oleh Tuhan dan abadi (KGK 366). Ini adalah prinsip spiritual dan abadi dalam diri manusia yang memberikan kehidupan kepada tubuh dan menjiwainya (KGK 365). Jiwa juga merupakan pusat kesadaran, kecerdasan, dan kemauan manusia. Melalui jiwa manusia mampu mengetahui, mencintai, dan memasuki hubungan dengan Tuhan dan sesama.
Katekismus mengajarkan, bahwa jiwa diciptakan pada saat kehamilan, ketika kehidupan manusia baru dimulai (KGK 366). Jiwa bukanlah sesuatu yang ditambahkan pada tubuh pada tahap selanjutnya tetapi hadir sejak awal keberadaan seseorang. Pemahaman ini menegaskan martabat dan nilai setiap kehidupan manusia, terlepas dari tahap perkembangannya.
Katekismus juga menekankan kesatuan pribadi manusia, yang merupakan gabungan dari tubuh dan jiwa (KGK 365). Tubuh bukan sekadar wadah bagi jiwa, tapi merupakan bagian integral dari pribadi manusia. Tubuh diciptakan oleh Tuhan dan baik, karena itu adalah bagian dari rencana Tuhan bagi manusia (KGK 364). Tubuh adalah aspek yang terlihat dan nyata dari pribadi manusia, di mana jiwa mengekspresikan dirinya dan berinteraksi dengan dunia.
Katekismus mengajarkan, bahwa jiwa dan tubuh itu saling berhubungan erat, membentuk kesatuan yang bersifat spiritual dan material (KGK 365). Kesatuan ini sedemikian rupa, sehingga tindakan dan pengalaman tubuh dapat berdampak pada jiwa, begitu pula sebaliknya. Tubuh adalah bait Roh Kudus, dan perawatan serta penghormatan yang tepat adalah penting untuk kesejahteraan seluruh pribadi (KGK 364).
Gereja Katolik menegaskan, bahwa takdir akhir dari pribadi manusia adalah kebangkitan tubuh. Pada akhir waktu, ketika Kristus datang kembali, tubuh orang mati akan bersatu kembali dengan jiwa mereka dalam keadaan yang dimuliakan (KGK 997). Keyakinan akan kebangkitan tubuh ini menekankan pentingnya tubuh dalam pemahaman Katolik tentang pribadi manusia.
Singkatnya, menurut Gereja Katolik, manusia terdiri dari jiwa dan tubuh. Jiwa diciptakan langsung oleh Tuhan, abadi, dan merupakan prinsip spiritual dan abadi dalam diri seseorang. Tubuh diciptakan oleh Tuhan, merupakan bagian integral dari pribadi manusia, dan merupakan aspek yang terlihat dan nyata di mana jiwa mengekspresikan dirinya. Jiwa dan tubuh terhubung erat, membentuk kesatuan, dan takdir akhir dari pribadi manusia adalah kebangkitan tubuh.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

