Bagian 17
| Red-Joss.com | Gereja Katolik telah mendefinisikan empat dogma terkait dengan Santa Perawan Maria. Dogma-dogma ini adalah ajaran resmi yang harus dipercaya oleh umat Katolik, yaitu:
- Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa : Dogma ini menyatakan, bahwa Maria, sejak saat kehamilannya, dilindungi bebas dari semua noda dosa asal. Dia dipenuhi dengan rahmat penyucian dan dipilih oleh Tuhan untuk menjadi Ibu Yesus. Katekismus Gereja Katolik menjelaskan dogma ini dalam paragraf 490, menyatakan, “Untuk menjadi Ibu Juru Selamat, Maria diperkaya oleh Tuhan dengan karunia-karunia yang sesuai dengan peran tersebut. Malaikat Jibril pada saat pengumuman memberi hormat kepadanya sebagai ‘penuh rahmat’.”
- Maria Tetap Perawan : Dogma ini menegaskan, bahwa Maria tetap perawan sebelum, selama, dan setelah kelahiran Yesus. Ini mengajarkan, bahwa Maria mengandung Yesus melalui Roh Kudus dan melahirkan-Nya sementara masih perawan. Katekismus menjelaskan dogma ini dalam paragraf 499, dengan mengatakan, “kedalaman iman dalam keibuan perawan membuat Gereja mengakui keperawanan Maria yang nyata dan abadi, bahkan dalam tindakan melahirkan Anak Tuhan yang diciptakan manusia.”
- Maria Bunda Allah : Dogma ini menyatakan, bahwa Maria benar-benar Bunda Allah (Theotokos dalam bahasa Yunani), karena ia melahirkan Yesus yang sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Ilahi. Dogma ini didefinisikan dalam Konsili Efesus pada 431 M. Katekismus mengacu pada dogma ini dalam paragraf 495, menyatakan, “Disebut dalam Injil Ibu Yesus, Maria diakui oleh Elizabeth, atas dorongan Roh dan, bahkan sebelum kelahiran putra-Nya, sebagai Ibu Tuhanku.
- Maria diangkat ke Surga : Dogma ini mengajarkan, bahwa pada akhir kehidupan duniawi, Maria diangkat, tubuh dan jiwa, ke dalam kemuliaan surgawi. Asumsi Maria dinyatakan sebagai dogma oleh Paus Pio XII pada tahun 1950. Katekismus membahas dogma ini dalam paragraf 966, menyatakan, “Akhirnya, Perawan Tak Bernoda, dilindungi bebas dari segala noda dosa asal, ketika perjalanan kehidupan duniawinya selesai, diangkat tubuh dan jiwa ke dalam kemuliaan surgawi, dan dimuliakan oleh Tuhan sebagai Ratu atas segala hal.”
Dogma-dogma ini menyoroti peran unik dan rahmat khusus yang diberikan kepada Maria oleh Tuhan. Mereka adalah pusat kepercayaan Katolik dan pengabdian kepada Santa Perawan Maria.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

