Bagian 21
“Our Lady of Sorrows” adalah gelar yang diberikan kepada Santa Perawan Maria, Ibu Yesus, sebagai pengakuan atas kesedihan dan penderitaan yang mendalam saat menjelang kematian Putranya. Devosi ini berfokus pada tujuh kesedihan yang dialami Maria sepanjang hidupnya, terutama selama peristiwa yang mengarah pada penyaliban Yesus.
Katekismus Gereja Katolik tidak secara spesifik membahas devosi kepada Bunda Kesedihan. Namun, itu tidak menyebutkan peran Maria dalam kehidupan Yesus dan Gereja. Maria digambarkan sebagai “Ibu Tuhan” (KGK 495) dan rencana penebusan Tuhan (KGK 511). Ia juga diakui sebagai model iman dan pemuridan bagi semua orang yang percaya (KGK 967).
Devosi kepada Bunda Kesedihan berakar dalam tradisi dan kesalehan Gereja Katolik. Ini mengundang orang-orang percaya untuk merenungkan penderitaan dan pengorbanan yang sangat besar yang dialami oleh Maria saat ia berdiri di kaki salib, menyaksikan penyaliban Putranya. Tujuh kesedihan yang terkait dengan pengabdian ini meliputi nubuat Simeon, perjalanan ke Mesir, kehilangan kanak-kanak Yesus di bait suci, pertemuan Yesus dan Maria dalam perjalanan ke Kalvari, penyaliban dan kematian Yesus, menurunkan tubuh-Nya dari salib, dan pemakaman Yesus.
Pengabdian ini berfungsi sebagai pengingat partisipasi unik Maria dalam karya penebusan Kristus dan solidaritasnya dengan semua yang menderita. Ini mengundang orang-orang percaya untuk menyatukan kesedihan dan penderitaan mereka sendiri dengan Maria dan Yesus, menemukan penghiburan dan kekuatan dalam syafaat dan teladannya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

