Bagian 6
| Red-Joss.com | Buah Roh Kudus adalah kebajikan dan kualitas yang dihasilkan dalam kehidupan orang percaya melalui kehadiran dan pekerjaan Roh Kudus. Buah-buahnya adalah bukti pertumbuhan dan transformasi spiritual seseorang sesuai dengan kehendak Tuhan. Katekismus Gereja Katolik tidak secara eksplisit mencantumkan buah-buah Roh Kudus dalam satu paragraf tertentu. Namun, konsep ini berakar pada ajaran Gereja dan dapat ditemukan di seluruh Katekismus.
Buah dari Roh Kudus secara tradisional dipahami sebagai cinta, sukacita, kedamaian, kesabaran, kebaikan, kesetiaan, kelembutan, dan pengendalian diri.
Buah-buah Roh Kudus disebutkan oleh St. Paul dalam suratnya kepada jemaat Galatia (Galatia 5: 22-23) sebagai hasil dari kehidupan yang dihidupi dalam Roh. Mereka dipandang sebagai manifestasi lahiriah dari transformasi batin yang dihasilkan oleh pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya.
Kasih adalah buah yang pertama dan terbesar dari Roh Kudus. Cinta tanpa pamrih dan pengorbanan yang mencari kebaikan orang lain. Sukacita adalah rasa bahagia dan kepuasan yang mendalam dan abadi yang berasal dari hubungan dengan Tuhan. Kedamaian adalah keadaan ketenangan batin dan keselarasan yang tidak tergantung pada keadaan luar. Kesabaran adalah kemampuan untuk menahan kesulitan dan kesulitan dengan ketekunan. Kebaikan adalah tindakan yang jadi perhatian, berbelas kasih, dan murah hati terhadap orang lain. Kebaikan adalah keunggulan moral dan kebajikan yang ditampilkan dalam tindakan seseorang. Kesetiaan adalah kualitas hati, dan amanah kelembutan adalah sikap yang rendah hati dan lemah lembut terhadap orang lain. Kontrol diri adalah kemampuan untuk melatih pengendalian diri dan disiplin atas keinginan dan dorongan seseorang.
Buah-buah ini tidak dihasilkan oleh usaha manusia saja, tapi merupakan hasil dari pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Ketika umat Katolik berusaha untuk menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak Tuhan dan bekerja sama dengan Roh Kudus, buah-buah ini ditanam dan tumbuh di dalamnya. Mereka berfungsi sebagai panduan bagi orang percaya untuk menjalani kehidupan yang saleh seperti Kristus, mencerminkan karakter Tuhan bagi dunia.
Penting untuk dicatat, bahwa buah-buah Roh Kudus tidak dimaksudkan untuk dilihat sebagai kebajikan individu untuk ditanam dalam isolasi, melainkan sebagai kualitas yang saling berhubungan yang bekerja sama untuk membentuk kehidupan yang holistik dan saleh. Mereka adalah cerminan dari transformasi batin yang terjadi, ketika seseorang mengizinkan Roh Kudus untuk membimbing dan membentuk pikiran, sikap, dan tindakan mereka.
…
Rm. Petrusย Santosoย SCJ

