| Red-Joss.com | Cinta sejati itu tidak ingin memiliki. Karena sifat ingin memiliki itu egois. Cinta yang sesungguhnya itu hidup untuk memberi dengan hati agar orang yang dicintai itu bahagia.
Begitu pula saat harus melepas ikhlas KT. Gadis yang saya cintai itu menomersatukan Yesus, ketimbang memilih dan hidup bersama saya.
Sungguh, saya menyesali diri ini. Semestinya sejak awal saya tahu diri dengan seabreg aktivitas KT dalam kegiatan sosial itu.
Sungguh, saya tidak jeli, KT tidak menolak ajakkan saya nonton atau makan itu sekadar untuk santai.
Sungguh, siapa yang tidak tertarik pada KT, gadis cantik enerjik dan mapan dalam berkarier itu?
Saya terpukul, kecewa, dan terluka, ketika sepulang nonton film itu saya harus menghadapi kenyataan pahit.
“Terima kasih, Mas atas perhatian dan kebaikanmu selama ini,” kata KT sambil memegang tangan saya. “Kenyataan ini juga berat untuk saya hadapi, tapi saya harus jujur.”
Saya diam, mengamatinya dalam tanya.
“Setelah lama berefleksi diri antara pilihan hidup dan berkeluarga, saya memutuskan memilih untuk hidup membiara dalam keluarga besar Yesus,” kata KT menahan haru.
Saya menarik nafas panjang sambil menggenggam erat tangannya. Kulihat ke dalaman matanya yang jernih dan menenggelamkan jiwa ini pada kesadaran. KT serius. Saya harus berbesar hati untuk melepas dan mendukung keputusan KT demi kebahagiaan dan masa depan KT.
KT membuka mata hati ini, bahwa cinta sejati itu tidak harus memiliki, tapi bersatu dalam iman untuk saling mendoakan dan memberkati. Hidup berkeluarga itu tidak identik untuk meneruskan keturunan. Tapi beranak pinak dalam kasih Yesus.
Saya jadi ingat kembali, ketika dulu bermaksud meneruskan sekolah ke seminari. Saya ditentang orangtua, karena anak tunggal. Sehingga memutus mata rantai generasi.
Keinginan saya diteruskan KT. Tidak seharusnya saya kecewa dan sedih dengan pilihan dan keputusannya, tapi harus disyukuri. Karena Allah mempunyai rencana yang terbaik untuk saya.
Buktinya, kini di masa tua saya dipercaya untuk mengelola yayasan anak yatim piatu.
Cinta sejati itu pemberian diri, hidup untuk mengasihi Yesus.
…
Mas Redjo

