| Red-Joss.com | Dimulai dari kegelisahanku. Aku lalu bertanya kepada-Nya. Akhirnya, aku bisa melihat kemuliaan-Nya seperti yang terjadi dalam kisah transfigurasi.
Pada saat itu, mata, pikiran, hati, dan jiwaku dibuka dengan lebar.
Kedua tanganku kuangkat dan memuji Tuhan tanpa henti.
Saat itu pula kurasakan api Roh Kudus membakarku dan hatiku menangis, karena merasakan cinta Tuhan seperti yang terjadi pada hari Pentakosta.
Hanya ada satu nama yang harus aku tinggikan dan dimuliakan, yaitu Tuhan Yesus.
Setelah semuanya terjadi, aku menyembah-Nya dan kedua tanganku bersilang di dada. Aku berjanji kepada Tuhan Yesus, bahwa “Aku cinta mati kepada-Nya, dan setia sampai akhir.”
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

