“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25: 40).
Kesempurnaan Kristiani terdapat dalam tindakan cinta kasih ganda: pertama kepada Allah dan kemudian kepada manusia. Cinta kasih merupakan unsur utama dan hakiki dalam kekudusan Kristiani. Oleh karena itu, semakin orang itu berkembang dalam kasih kepada Allah dan sesama, kian kuduslah ia.
Panggilan kepada kekudusan menggema sejak Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus” (Im 19: 2). “Hendaklah kamu jadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus” (1 Ptr 1: 15).
Nasihat Tuhan Yesus dalam Injil ini patut direfleksikan: Sejauh mana selama ini aku telah melakukan tindakan cinta kasih itu? Ketika sesamaku lapar, haus, telanjang, sakit, atau kesepian di rumah maupun di penjara? Jika ternyata selama ini kita masih diliputi sikap acuh tak acuh terhadap semua itu, marilah kita segera bertobat dan mulai melakukannya.
Sr. Grace Maria, P. Karm
Senin, 23 Februari 2026
Im 19: 1-2.11-18 Mzm 19: 8-10.15 Mat 25: 31-46
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

