Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Pernahkah di dalam hidup ini, Anda mendengar ungkapan, “Cinta itu buta?” (Love is blind), William Shakespeare. Ungkapan ini sangat mewarnai dunia percintaan dan bahkan telah turut memperkaya kosakata bahasa kita.
Sebagai warga dunia, kita pun sudah sangat lazim menggunakan ungkapan ini. Ungkapan unik ini, ternyata telah memiliki lintasan historis panjang, sejak hadirnya zaman keterbukaan peradaban dunia.
Ungkapan Latin, “Amor Caecus,” cinta itu buta ternyata telah tersebar lewat khasanah sastra kebijaksanaan dunia.
Adalah dramawan Titus Maccius Plautus, penulis drama berkebangsaan Romawi, pada akhir tahun 200-an SM, dialah orang pertama yang mengungkapkan, bahwa “Orang yang memandang cinta itu buta, tidak melihat kekurangan dalam diri pasangannya.”
Lalu oleh Marcus Tillius Cicero, yang hidup pada abad 4 SM, filsuf dan penulis Romawi ini pun menuturkan, “Dua orang yang mencintai akan saling menyanjung, seolah-olah tak ada cacat cela dari orang yang dicintainya itu.”
Kedua ucapan ini juga sejalan dengan ungkapan Latin, “Omnis amans amens,” yang artinya “Setiap orang yang sedang jatuh cinta, selalu kehilangan akal.”
Apa sasaran serta fokus kita lewat tulisan kecil ini, tidak lain adalah agar kita sebagai warga dunia fahami benar akan maksud dan arti dari ‘cinta itu butaโ.
Makna pertama, bahwa ‘pasangan itu memandang pasangannya memang serba sempurnaโ.
Fakta lain juga membuktikan, bahwa tatkala sepasang kekasih sedang dimabuk asmara, mereka memandang dunia ini seolah milik berdua. Artinya, di dalam proses pergulatan romantika ini, keduanya tidak mampu untuk memandang realitas ini dengan mata bening. Mereka, seketika telah menjadi buta. โPokoknya, ini milik kami berdua, tidak boleh ada pihak yang mengganggu kami.โ
Makna kedua, cinta itu buta, artinya cinta ‘tidak mengenal perbedaanโ. Jika sang cinta datang menyerang, tidak ada lagi logika antara, perbedaan usia, suku bangsa dan agama, apakah dia dari golongan bangsawan atau pun si gembel. Ternyata cinta model ini, melampaui ruang dan waktu.
Semoga di dalam hidup ini, kita mampu memosisikan diri dengan baik dan benar, agar tidak salah kaprah dalam menyikapi kehadiran realitas cinta buta ini.
Sebagai orangtua, baiklah kita bertindak arif, dalam menyikapi kondisi riil putra-putri kita di kala sang cinta buta itu merayap dan memeluk bahu mereka.
…
Kediri,ย 3ย Juniย 2023

