Luk. 2: 41-52
Pada pesta keluarga kudus ini, pantaslah kita merenungkan beberapa pernyataan Paus Fransiskus di bawah ini:
1) Tidak ada keluarga yang sempurna: Sebuah keluarga inti terdiri dari Bapa, Ibu dan anak-anak. Setiap pribadi, walaupun diikat oleh darah yang satu dan sama, namun memiliki karakter yang berbeda, yang membuat mereka tidak sempurna: Ada yang kasar, yang lain lembut; ada yang cerewet, tapi ada juga yang pendiam, juga ada yang rajin, sedangkan yang lain malas;
2) Cinta dan Pengampunan itu yang menyempurnakan keluarga yang sempurna: Kesadaran akan ketidaksempurnaan hendaklah ditutup dengan ketulusan cinta dan keberanian untuk memaafkan. Dalam keluarga pasti terjadi salah paham, konflik dan tindakan saling menyakiti baik dengan kata maupun perbuatan. Di sinilah dituntut ketulusan hati untuk mencintai tanpa pamrih dan keberanian untuk memaafkan walaupun terluka;
3) Maaf dan Terima Kasih memulihkan dan memberi semangat baru: Tidak penting sebesar apa pun kebenaran di pihakmu. Juga tidak penting, karena sebuah perbuatan besar barulah engkau meminta maaf dan berterima kasih kepada sesama anggota keluargamu. Namun pastikan, bahwa setiap malam sebelum beristirahat, dekatilah anggota keluargamu satu sama lain dan ucapkanlah terima kasih atas kebersamaan selama sehari dan mohonkanlah maaf, bila selama seharian telah menyakiti yang lain baik dengan kata maupun perbuatan, baik dengan sengaja maupun tidak sengaja;
4) Teladanilah Keluarga Kudus di Nazaret: Dikisahkan dalam Injil hari ini: “Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Sedang Ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya” (ayat 51). Apa pun yang terjadi, entah salah paham atau konflik, entah menerima kata-kata menyakitkan atau tindakan kasar, tapi ingatlah untuk selalu kembali ke rumah di mana cinta sebagai satu keluarga telah dibentuk dan tumbuh.
5) Ciptakan rumah itu jadi tempat yang nyaman bagi setiap anggota keluarga: Rumah yang nyaman dan damai itu hanya bisa tercipta lewat tutur kata, tindakan, dan karakter setiap anggota keluarga. Setiap orang dalam keluarga adalah pilar yang menyokong kokoh kuatnya bangunan keluarga;
6) Doa menguatkan, Iman memberi harapan: Doa pribadi, terlebih doa keluarga adalah kekuatan spiritual yang utama. Dengan doa bersama, keluarga tumbuh dalam iman yang memberi kekuatan dan harapan, bahwa Tuhan pasti memberkati setiap keluarga.
Akhirnya ingatlah, bahwa:
- Harta yang paling berharga adalah keluarga
- Istana yang paling indah adalah keluarga
- Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
- Mutiara tiada tara adalah keluarga.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

