| Red-Joss.com | Cinta kepada Tuhan, jika sudah mendalam, maka bisa dijalani dengan penuh ketekunan. Bahkan diberi bonus, pribadinya menjadi makin rendah hati dan siap sedia dalam melayani. Ringan tangan dan ringan kaki, jika dimintai bantuan.
Masih ada kualitas yang lain, yaitu tidak pernah ragu-ragu saat menjalani kehidupan ini, karena sangat percaya akan penyertaan Tuhan. Mereka percaya betul yang dilakukan adalah baik dan untuk kebaikan.
Pribadi-pribadi sederhana yang mudah untuk melayani. Biasanya mereka tidak berhitung dagang soal pelayanan. Mereka selalu siap sedia dipakai oleh Tuhan menjadi saluran berkat-Nya. Juga tidak mutungan atau ngambegan, karena melayani itu pilihan dan datang dari hati.
Apakah kita memiliki sikap yang sama untuk melayani sesama, karena hati yang mengasihi?
Saya sendiri, mewujudkan semangat pelayanan ini dalam moto hidup yang kupilih saat Tahbisan Imamat, yaitu “Kuberikan hatiku untuk mengasihi dan mengampuni. Kuberikan tanganku untuk melayani.” Efeknya luar biasa, karena kehadiranku diterima dengan baik. Hal itu yang membuat aku sujud bersyukur.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

