Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Hiduplah dengan lebih sadar, lebih berani, dan hargailah setiap momen.”
(Didaktika Hidup Sadar)
Kita Terjebak di antara Tikus, Macan, dan Ular
Inilah sebuah kisah kuno Buddhis yang kaya makna dan filosofi kehidupan!
“Bagaimanakah responmu, andaikan Anda dililiti oleh aneka krisis antara hidup dan mati?”
Seorang Pria dikejar oleh seekor macam di hutan belantara. Saat macan itu hampir menerkamnya, ia melihat sebuah sumur. Segera ia melompat ke dalam sumur itu. Eh, ternyata sumur itu kering dan di bawahnya ada segulung ular raksasa hitam.
Ia menemukan akar pohon dan dipegangnya erat-erat. Di bawah sana tampak ular menjulurkan kepalanya ke atas hendak menerkamnya. Sementara dia merenungkan nasibnya, tampak dua ekor tikus hutan sedang mengerat akar kayu pegangannya. Juga di dekatnya ada sarang lebah madu yang sedang menetes jatuh ke dasar sumur itu. Melihat ada tetesan madu, Pria malang itu lalu menjulurkan lidahnya dan merasakan nikmatnya manis madu itu.
Tatkala si Pria itu sedang menikmati manisnya tetesan madu, ternyata, tikus-tikus itu terus mengerat akar kayu, dan si ular hitam kian menjulurkan kepalanya ke atas, serta si macan kian mencondongkan tubuhnya ke dalam sumur. Tapi, tiba-tiba macan itu terperosok ke dalam sumur dan tubuhnya menimpa ular hingga mati, dan si macan pun sekarat di dasar sumur kering itu.
(Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya)
Ini sebuah Mimpi ataukah Realitas Kita?
Itulah deskripsi gairah gelora kehidupan manusia yang berada di antara hidup atau mati. Itulah juga arena hidup manusia. Anda dan saya, serta kita l sedang berada di dalam pusaran gairah gelora gelombang samudra kehidupan yang sungguh menantang ini.
Dapat saja, kini Anda sudah tidak lagi dikejar oleh seekor macan, tidak juga lagi diincar oleh si licik ular, sang penggoda, serta tikus-tikus pengerat akar kehidupanmu. Mereka telah tiada. Di manakah mereka, kini? Ataukah jangan-jangan semua itu hanyalah bayangan yang menghantui dan meliliti langkah hidupmu?
Ajakan Hidup Bahagia dari Horatius
Orang Latin, lewat mulut Horatius yang hidup pada abad ke-1 SM menyodorkan sebuah adagium paling nyentrik, “Carpe diem” yang bermakna “Nikmatilah atau petiklah hari ini.”
Ungkapan ini mau mengajak manusia, agar dalam hidup ini, kita tetap fokus untuk menikmati setiap momen, hindari kekuatiran secara berlebihan, atau pun meratapi masa silam.
Beberapa Filosofi Hidup
- Hiduplah di masa kini dan fokuslah pada realitas kekinianmu.
- Hargailah waktumu, karena bukankah waktu adalah sumber daya yang tak terbatas?
- Hindarilah penyesalan dan lupakanlah masa lalumu!
- Beranilah untuk mengambil risiko dengan mencoba hal-hal baru, karena bukankah hidup ini sangat singkat?
Refleksi
Semoga ajakan untuk kita agar mampu hidup lebih sadar ini, dapat menyadarkan kita, agar hiduplah dengan lebih sadar, lebih berani, dan mampu menghargai setiap momen hidupmu.
…
Kediri, 15 Januari 2026

