Ketika aku melihat sesuatu itu ada pendasarannya, yaitu dengan sudut pandang, cara, dan jarak pandang.
- Jarak pandang itu, bagaimana aku melihat sesuatu dengan proporsional.
- Cara pandang mengandaikan, bahwa aku bisa melihat sesuatu dengan luas.
- Sudut pandang itu membantuku untuk bisa bergerak secara dinamis.
Problem itu terjadi, ketika sudut pandang, cara, dan jarak pandang seseorang itu tidak berubah. Sehingga komunikasi itu terhambat, relasi tidak akrab, dan bahan pembicaraan selalu negatif. Yang dirasakan adalah tidak nyaman.
Dalam hal ini memang dibutuhkan kepekaan. Jika mau dibongkar, dibutuhkan keberanian untuk membuka topeng dan berterus terang. Sebab topeng itu membuat segala sesuatu jadi semu.
Kehidupan itu harus bisa dikelola dengan baik. Sebab, yang dihadapi adalah manusia dengan manusia. Aku meyakini, bahwa manusia yang baik adalah, jika hati dan mulutnya itu baik. Manusia yang baik adalah hati dan senyumnya itu baik. Juga perilakunya baik.
Akhirnya, sudut pandang, cara, dan jarak pandang itu dapat dikelola dengan baik, jika aku mudah beradaptasi dengan hal-hal yang baru. Supaya aku bisa melompat lebih tinggi, tidak hanya melihat yang manis di belakang, kenangan itu. Karena yang nyata itu adalah saat sekarang ini, dan yang menantang itu sudah di depan mata. Begitu kira-kira.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

