Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
| Red-Joss.com | Ketika aku melihat sesuatu, ada pendasarannya, yaitu sudut pandang, cara pandang, dan jarak pandang.
Jarak pandang itu, bagaimana aku bisa melihat sesuatu dengan proporsional. Cara pandang mengandaikan, bahwa aku bisa melihat sesuatu dengan luas. Sedang sudut pandang membantu aku untuk bisa bergerak secara dinamis.
Problem itu terjadi, ketika sudut pandang, cara pandang, dan jarak pandang seseorang tidak berubah. Sehingga komunikasi akan terhambat, relasi tidak akrab, dan bahan pembicaraan selalu negatif. Akibat yang dirasakan, kita jadi tidak nyaman.
Dalam hal ini memang dibutuhkan kepekaan. Atau jika mau dibongkar, dibutuhkan yang namanya keberanian membuka โtopengโ sendiri. Sebab topeng itu yang membuat segala sesuatu menjadi semu.
Kehidupan itu harus bisa aku kelola dengan baik. Sebab, yang aku hadapi adalah manusia dengan manusia. Yang aku yakini, manusia yang baik adalah jika hati dan mulutnya itu baik. Manusia yang baik adalah hati dan senyumnya itu baik. Manusia yang baik hati dan ungkapannya baik.
Akhirnya, sudut pandang, cara pandang, dan jarak pandang akan terkelola dengan baik, jika aku bisa mudah beradaptasi dengan hal-hal yang baru. Supaya bisa melompat lebih tinggi, tidak hanya melihat yang manis di belakang, yang tinggal kenangan. Sesungguhnya yang nyata itu saat sekarang ini, dan yang menantang itu sudah di depan mata untuk diwujudkan.
Selalu melihat dengan hati, dan bahagia.
Rm. Petrus Santoso SCJ

